Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Parkir Tepi Jalan Hasilkan Rp 1,5 Miliar

Terhadap Kendaraan Nopol Luar Bojonegoro

25 November 2021, 11: 40: 17 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Parkir Tepi Jalan Hasilkan Rp 1,5 Miliar

SIGNIFIKAN: Parkir tepi jalan menyumbang pendapatan ke pemkab cukup besar. (M. NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Parkir tepi jalan menyumbang pendapatan cukup besar. Hingga bulan ini Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro mencatat pendapatan parkir tepi jalan sudah mencapai Rp 1,5 miliar. Jumlah itu berasal dari 88 titik parkir tepi jalan.
Kabid Lalu Lintas Dishub Eko Edy Isnaryanto mengatakan, parkir tepi jalan hingga kini sudah menghasilkan pendapatan Rp 1,5 miliar. Jumlah itu sudah mencapai target tahun ini. Untuk mencapai target itu tidaklah mudah. Tidak semua kendaraan parkir bisa dikenai retribusi. Retribusi hanya dikenakan kendaraan bernomor polisi (nopol) luar Bojonegoro. Mulai roda dua, roda empat atau lebih.
Jumlah bahu jalan yang ada parkirnya sebanyak 88 titik. Jumlah itu tersebar di seluruh Bojonegoro. Terbagi 72 titik tepi jalan dan 16 titik di jalan sekitar Pasar Kota Bojonegoro. ‘’Yang di dalam pasar tidak,’’ terangnya.
Tarif parkirnya dikenakan bervariasi. Tergantung jenis kendaraannya. Kendaraan roda dua retrubusi parkir sebesar Rp 2.000. Kendaraan roda empat Rp 3.000 dan roda empat lebih sebesar Rp 5.000. Tarif itu sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 44 Tahun 2019.  
Dishub, tutur dia, sudah menyetorkan PAD sebesar Rp 10 miliar. Jumlah itu dibagi tiga sektor. Yakni, parkir berlangganan, parkir tepi jalan, dan uji kir.  
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti mengatakan, tahun ini target pendapatan parkir sebesar Rp 9,1 miliar. Dari jumlah itu saat ini sudah tercapai sebesar Rp 7 miliar. Kekurangan Rp 2 miliar diperkirakan bisa tercapai sisa sebulan terakhir. ‘’Kami yakin tercapai,’’ ujarnya optimistis.
Ibnu menjelaskan, target pendapatan parkir awalnya lebih besar, yakni Rp 15 miliar. Namun, belum adanya persetujuan kenaikan tarif parkir berlangganan dari gubernur membuat target tidak jadi naik. ‘’Masih pandemi. Jadi, tarifnya belum naik,’’ jelasnya.  
Selain itu, masih ada pendapatan pajak parkir. Pajak parkir ditangani oleh bapenda. Pajak parkir diberlakukan di sejumlah tempat umum memiliki parkir. Seperti toko, swalayan, bioskop, dan tempat usaha lainnya.
Ibnu melanjutkan, pendapatan pajak parkir tidak ditarget sebesar retribusi parkir. Hingga kini retribusi parkir mencapai Rp 227 juta. Jumlah itu sudah melampaui target hanya Rp 200 juta.

Baca juga: Jembatan Ngasem Belum Selesai, Target Akhir Tahun

Parkir Tepi Jalan Hasilkan Rp 1,5 Miliar

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

(bj/zim/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia