Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Buruh Anggap Survei Pasar Lebih Akurat

Dibanding Survei BPS dalam Penentuan UMK

25 November 2021, 12: 21: 27 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Buruh Anggap Survei Pasar Lebih Akurat

Ilustrasi (Istimewa)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Perubahan mekanisme penghitungan upah minimum yang mengacu survei Badan Pusat Statistik (BPS) dirasa tidak berpihak kepada buruh. Elemen buruh membandingkan dengan survei tiap pasar yang diklaim lebih berimbang.
"Kalau survei dilakukan BPS kami para elemen buruh tidak dilibatkan dalam proses," ungkapnya Koordinator Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) bidang Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Anis Yulianti kemarin (24/11).
Berbeda dengan sebelum terbit Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021. Anis menerangkan, Elemen buruh dan para anggota dewan pengupahan daerah dilibatkan. Sehingga hasil nantinya dapat dirundingkan bersama.
"Tahun lalu saja pas masih ada ketentuan survei di pasar-pasar hasilnya tinggi. Akhirnya kesepakatan dengan Apindo (asosiasi pengusaha Indonesia) sekitar Rp 100 ribu, tapi diputuskan gubernur menjadi Rp 50 ribu," tuturnya.
Anis membandingkan dari hasil survei BPS saat ini digunakan acuan penetapan upah tidak adil, karena lebih memihak pengusaha. Kebutuhan hidup layak (KHL) perlu mengacu pada survei dilakukan bersama-sama. Agar pihak buruh tidak hanya sebagai pihak pasif. "Yang merasakan susahnya kami yang di bawah," bebernya.
Anis mengklaim jika sekarang dilakukan survei pasar harga bahan pokok melambung tinggi. Misalnya minyak goreng curah naiknya hingga Rp 10 ribu. "Kami tahu harga pokok saat ini sedang ugal-ugalan," terangnya.
Sebelumnya, BPS memaparkan jika pihaknya tidak mempunyai kewenangan dalam menghitung. Hanya hasil dari data yang diperoleh dari survei lapangan digunakan untuk acuan penghitungan upah saat ini. (luk)

Baca juga: Cabdisdik Dorong Guru Harus Berinovasi Teknologi

(bj/*/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia