Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Momentum Menghidupkan Pasar

14 Januari 2022, 08: 32: 21 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Momentum Menghidupkan Pasar

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

BEROPERASINYA Jembatan TBT harus menjadi lembaran baru menghidupkan pasar. Akses mudah berpotensi pasar berkembang. Perdagangan menjadi mudah. Sehingga masyarakat tidak perlu bergantung pasar di wilayah kota lain. 

M. Boy Singgih Gitayuda dosen manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Trunojoyo Madura mengatakan, dampak adanya Jembatan TBT pasti sudah dipertimbangkan matang, sebelum diputuskan dibangun. Namun dampak tidak selalu positif, juga ada dampak negatifnya.

“Jembatan tersebut tidak mungkin dibangun jika dampak negatif lebih besar daripada dampak positifnya,” katanya kemarin (13/1).

Dose nasal Kecamatan Ngasem itu menjelaskan, secara umum letak Kecamatan Kanor dan Rengel ini hampir sama. Keduanya kecamatan jaraknya relatif jauh dari pusat kabupaten. Tentu, masyarakat kedua kecamatan dan sekitarnya mencari opsi lain beraktivitas ekonomi atau jual-beli. 

“Dampak itu ada banyak, mulai dampak mobilitas sosial, dampak bidang pendidikan, hingga dampak ekonomi,” kata alumni SMAN 1 Bojonegoro itu.

Didukung jarak antara kedua kecamatan hanya terpisah Bengawan Solo, masyarakat kedua kecamatan dan sekitarnya saling berinteraksi, terutama ekonomi. Sehingga masyarakat kedua kecamatan dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh ke pusat kabupaten untuk beraktivitas ekonomi.

“Akan menumbuhkan ekosistem pasar tidak bergantung pada Pasar Kota. Sehingga menghidupkan pasar-pasar di sekitar kecamatan karena kemudahan akses,” terangnya.

Boy menerangkan kemudahan akses akan meningkatkan keluar masuknya lalu lintas ekonomi. Semakin banyak barang ditawarkan, menghindarkan dari kelangkaan. “Seperti diketahui kelangkaan salah satu penyebab utama inflasi atau kenaikan harga. Sehingga mudahnya akses, suplai barang melimpah stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya.

Terkait pengembangan fasilitas di sekitar jembatan, Boy mencontohkan dampak Jembatan Suramadu kini banyak ruko, SPBU, minimarket, tempat wisata hiburan rakyat, sentra kuliner, serta perumahan baru mulai berkembang. 

Namun perlu diperhatikan, jangan sampai kemudahan ini akan mempermudah akses-akses negatif. Seperti meningkatkan tindakan kriminalitas, meningkatkan aliran jual beli narkoba, atau aliran kendaraan curian.

“Harus diwaspadai sejak dini oleh masyarakat sekitar, sehingga memperkecil kemungkinan dampak negatif muncul,” terangnya.

Khalid dosen ekonomi pembangunan Universitas Bojonegoro mengatakan, dampak ekonomi adanya Jembatan TBT, akses perdagangan semakin luas dua kabupaten. “Adanya jembatan terusan UMKM bisa berkembang baik,” ungkapnya.

Khalid menjelaskan, fasilitas perekonomian bisa berkembang. Tentu ketika masyarakat bersedia diajak gotong-royong mewujudkan itu. Sedangkan dampak negatif, warga biasa menggunakan jasa penyeberangan akan berkurang. Sehingga berpengaruh penghasilan seseorang cuma berasal dari jasa penyeberangan. “Harus ada solusi permasalahan itu, agar bersama-sama bisa merasakan positifnya,” ujarnya. (irv)

(bj/*/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia