Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Jam Malam, Jalan Diponegoro dan Veteran Bojoneoro Ditutup

07 Juli 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

Jam Malam, Jalan Diponegoro dan Veteran Bojoneoro Ditutup

AKSES KOTA: Petugas satlantas menutup akses Jalan Diponegoro seiring penerapan PKKM darurat. (NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Radar Bojonegoro - Akses di perkotaan ketika malam dibatasi dengan menutup dua ruas jalan. Dua jalan protokol ditutup yakni Jalan Veteran dan Jalan Diponegoro. Mulai pukul 21.00 hingga 04.00. Namun, penutupan jalan tetap memperhatikan pengguna jalan hendak melintas untuk kebutuhan mendesak.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Bojonegoro Iptu Heru Susanto mengatakan, tujuan penutupan dua ruas jalan guna membatasi kegiatan serta mobilitas masyarakat. Karena memang selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Pemkab Bojonegoro menerapkan jam malam maksimal pukul 21.00.

“Penutupan dua ruas jalan mulai 21.00 hingga 04.00 diharap kan mobilitas masyarakat berkurang dan tidak berkeliaran malam hari,” jelasnya.

Baca juga: Makan di Tempat, Warkop dan Kafe Disegel

Tetapi, di Jalan Veteran ada objek vital yakni RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo. Sehingga setiap ada pasien hendak ke RSUD, petugas akan mempersilakan untuk melintas. Selain itu, di Terminal Rajekwesi juga ada pos PPKM darurat. “Jadi apabila tidak ada kepentingan yang mendesak, kami arahkan agar pengguna jalan tersebut putar balik,” tegasnya.

Penutupan jalan untuk mencegah terjadinya balap liar yang mana biasanya dilakukan di Jalan Veteran. Juga mengingat kondisi ruas-ruas jalan di perkotaan ketika malam selama PPKM darurat memang sangat sepi. Sehingga, selama penerapan jam malam, kondisinya tetap aman dan kodusif.

Sementara itu, petugas gabungan mendirikan posko penyekatan PPKM darurat di tiga titik. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ardian Orianto menjelaskan pendirian posko penyekatan tiga titik, yakni perbatasan barat tepatnya di Kecamatan Padangan, stasiun kereta api, dan Terminal Rajekwesi.

Upaya tersebut untuk membatasi mobilitas masyarakat saat penerapan PPKM darurat. “Antisipasi terjadinya keru munan,” katanya kemarin. Ardian menjelaskan, posko penyekatan dilakukan petugas gabungan terdiri dari BPBD, polres, dinas perhubungan (dishub), dan satpol PP.

Ia menjelaskan sempat ada kendala saat penyekatan, yaitu tenaga kesehatan akan bertugas karena sif malam diminta putar balik petugas penyekatan. Namun Ardian sudah mengkoordinasikan masalah tersebut dengan Kapolres dan sudah ditindaklanjuti.

Dipastikan tidak akan ada lagi permasalahan pekerja kesehatan diminta putar balik. Serta terhadap masyarakat akan berobat ke rumah sakit. “Lebih tepatnya mengurangi mobilitas masyarakat,” ungkapnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti mengaku belum mendapat informasi tenaga kesehatan terkendala kebijakan penyekatan di Jalan Veteran. Saat ini tenaga kesehatan masih disiagakan menangani pasien di tiap rumah sakit. (luk)

(bj/rij/gas/nae/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia