LAMONGAN,Radar Lamongan Kuliah kerja nyata (KKN) rerata dilaksanakan di dalam negeri. Sehingga, ada kebanggaan tersendiri bagi Novitria Rosalina bisa mengikuti KKN di Malaysia. Kesempatan tersebut didapatkannya setelah lolos seleksi yang dilakukan perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Cewek yang akrab disapa Novi ini sudah menjalani enam hari, dari perkiraan 28 hari KKN di Negeri Jiran. Kini, dia harus beradaptasi dengan lingkungan baru, agar bisa maksimal menjalankan program tersebut.
‘’Mulai dari budaya dan kebiasaan sehari-hari juga pasti penyesuaian,’’ ujar juara harapan satu tari tradisi dan kreasi se-Jawa Timur Tahun 2023 ini.
Awalnya, Novi harus menyesuaikan dengan waktu, yang selisih satu jam lebih cepat dibanding Indonesia. Selain itu, Novi juga masih kesulitan memahami beberapa logat warga lokal Malaysia.
‘’Kan dari segi bicara, logat mereka di sini lebih cepat, jadi harus loading dulu buat translate,’’ kata mahasiswi ITB Ahmad Dahlan Lamongan jurusan akuntansi ini.
Cewek berusia 20 tahun ini ditempatkan di Sanggar Kamus Gombak Utara. Dia membantu mengajarkan baca tulis dan berhitung, serta sambil memperkenalkan Indonesia. Sambil mencari pengalaman, dia juga bisa liburan ke luar negeri gratis.
‘’Manfaatnya lebih menambah rasa syukur, dan sadar akan pendidikan itu sangat penting,’’ ungkap dara asal Desa Canggah, Kecamatan Sarirejo ini. (sip/ind)
Editor : Hakam Alghivari