Sebab, Mida merasa kurang menguasai berbahasa Inggris. ‘’Jadi target bisa bahasa Inggris untuk persiapan kuliah karena di sana ada tes Toefl dan Ielts saat kuliahnya,’’ kata dara Desa Mangkujajar, Kecamatan Kembangbahu ini.
Mida seminggu menjalani bimbel empat kali. Waktunya, selepas maghrib. Dia tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran. Juga diberi tugas untuk dikerjakan di rumah. Salah satunya, minimal menghafalkan lima kosakata per hari agar pengetahuannya dalam berbahasa Inggris semakin bertambah.
‘’Selain itu juga lihat tiktok yang ada edukasi bahasa Inggris,’’ ujar peraih juara satu Instrumentation Paper Competition 2023 ini.
Mida ingin ketika kuliah, dirinya tetap bisa les bahasa Inggris. Dia bakal mencari tempat bimbingan bahasa internasional itu di dekat kampusnya.
Dia merasa bahasa Inggris sangat diperlukan. Apalagi, dirinya ingin mengikuti lomba karya tulis tingkat internasional. Saat sekolah, dia sudah sering mengikuti lomba karya tulis.
‘’Untuk menambah pengetahuan, ketemu banyak relasi teman,’’ ucap peraih medali emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2022 tersebut. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto