‘’Membuka wawasan tentang pendidikan anak-anak,’’ ujar perempuan berusia 23 tahun ini.
Farah menceritakan, dirinya diajak dosen secara bergantian. Dia yang diberi bahan, melakukan penelitian dan terjun ke sekolah. Setelah itu, ditulis dan direvisi. Selanjutnya, diterbikan oleh dosennya.
Kegiatan yang dilakukannya itu bisa menambah pengalaman dalam dunia penulisan. ‘’Kebetulan jadi guru tutor bimbingan belajar juga,’’ kata dara asal Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun ini.
Di Ramadan ini, Farah tak melupakan aktivitas bersepedanya. Jika sebelum puasa aktivitas itu dilakukan setiap pagi, maka kini pilihannya sore.
‘’Sebagai refreshing kalau penat banget kegiatannya,’’ ucap mahasiswi semester 8 Universitas Islam Lamongan tersebut. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto