‘’Kita tahu penyakit organ dalam,’’ jelas mahasiswi jurusan perawat ini.
Beberapa waktu lalu, Dzakirotun praktik di Instalasi Gawat Darurat (IGD) salah satu rumah sakit. ‘’Kalau ngeri pasti iya, kalau ada kecelakaan parah. Namun, tidak sampai takut,’’ kata mahasiswi berumur 22 tahun ini.
Dia juga sempat ikut membantu menangani pasien diabetes parah. Karena lukanya parah, pasien itu harus diamputasi. Dzakirotun mengambil hikmah bahwa menjaga pola makan sangat perlu. Juga, menghindari gula. Jika sudah kena diabetes, maka sulit sembuh.
‘’Banyak sekali pelajaran praktik secara langsung di RS. Ada rasa syukur karena diberi kesehatan. Setelah melihat orang sakit, merasa sehat itu penting,’’ ucap mahasiswi Universitas Muhammadiyah Lamongan ini. (sip/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto