Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Umat Kristen dan Katolik Bojonegoro Refleksi Pengorbanan Yesus di Jumat Agung

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 19 April 2025 | 21:19 WIB
KHIDMAT: Para jemaat menunaikan ibadah Jumat Agung secara khidmat di Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) di Kecamatan Kalitidu kemarin (18/4). (YUAN EDO RAMADHANA/RADAR BOJONEGORO)
KHIDMAT: Para jemaat menunaikan ibadah Jumat Agung secara khidmat di Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) di Kecamatan Kalitidu kemarin (18/4). (YUAN EDO RAMADHANA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Peringatan wafatnya Yesus Kristus pada Jumat Agung diperingati umat Katolik dan Kristen kemarin (18/4). Tak hanya gereja di kawasan kota, tapi hingga wilayah perdesaan di Bojonegoro.

Rerata mengambil tema tentang kesederhanaan dan merefleksikan makna pengorbanan. Salah satu pusat ibadah umat Katolik di Gereja Katolik Paroki Santo Paulus menggelar Jumat Agung dengan khidmat. Sebanyak 900 umat memadati gereja di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kepatihan itu.

Pastor Rekan Gereja Santo Paulus Romo Adrianus Aman menyampaikan, Jumat Agung kali ini masih berhubungan dengan tahun Yubileum, atau dikenal sebagai tahun suci 2025. ’’Sesuai dengan tema tahun Yubileum, bahwa perjalanan hidup manusia, selalu mengenal penderitaan, kesulitan, kegagalan. Namun, pengalaman dan kegagalan itu bisa direnungkan,” terangnya

Romo Aman menambahkan, pada tahun Yubileum yang menjadi periode khusus setiap 25 tahun sekali itu, menjadi waktu istimewa untuk refleksi. Terlebih, melihat bagaimana penderitaan yang dialami kristus. ’’Bahwa Kristus itu menderita juga. Saya kira manusia bisa tetap tabah, sabar, dan setia,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Terpisah, Jumat Agung juga diperingati Gereja Kristen Jawa Tengah Utara (GKJTU) di Kecamatan Kalitidu. Sebanyak 20 jemaat di gereja tersebut tetap melakukan ibadah meski tidak ada perayaan Paskah pada tahun ini.

’’Tahun ini, kita mengusung tema sederhana, yakni hidup baru di dalam kristus,” ungkap Penatua Majelis Gereja Kristen Jawa Tengah Utara Suyono.

Sementara itu, rangkaian ibadah Jumat Agung hingga Hari Raya Paskah pada Minggu (20/4), pihak kepolisian rutin menggelar sterilisasi gereja. Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto menjelaskan, langkah ini merupakan upaya preventif mengantisipasi potensi keamanan pada perayaan penting bagi umat Kristiani.

’’Dari hasil sterilisasi, semua gereja yang kami periksa dalam kondisi aman. Hal ini kami lakukan agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Jumat Agung dan Paskah dengan khusyuk dan tanpa rasa khawatir,” terangnya. (dan/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#gereja katolik #yesus kristus #kristen #katolik #jumat agung #Paskah #AKBP Mario Prahatinto #gereja kristen #gereja #Tahun Yubileum 2025 #kapolres Bojonegoro