Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pecel Rawon Usmiatun di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Bojonegoro: Berdiri sejak 1980, Langganan Perangkat Desa Hingga Pejabat Pemkab

Hakam Alghivari • Minggu, 7 Januari 2024 | 17:57 WIB
LEGEND: Usmiatun sedang melayani pesanan pembeli di warungnya. Pecel Rawon Usmiatun memiliki cita rasa khas. ( DEWI SAFITRI/RDR.BJN)
LEGEND: Usmiatun sedang melayani pesanan pembeli di warungnya. Pecel Rawon Usmiatun memiliki cita rasa khas. ( DEWI SAFITRI/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Bagi pecinta kuliner, Nasi Pecel Rawon Usmiatun ini bisa menjadi salah satu pilihan. Namun, jangan coba-coba datang saat Bulan Suci Ramadan, karena dipastikan tutup total.

Warung di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno,Bojonegoro ini sudah berdiri sejak 1980. Rasanya cukup berkarakter, karena perpaduan antara pecel dan rawon bersatu dengan adonan khas Kecamatan Baureno. Jika datang ke sini, jangan tanya menu lain, karena hanya menyediakan menu pecel rawon dengan minuman es atau teh hangat.

Usmiatun, pemilik warung menuturkan, warung pecel rawon didirikan ibunya 1980-an di tepi jalan, tepatnya di atas trotoar. Kemudian, pada 2000 dilanjutkan dia, dengan pindah lokasi di sepetak kontrakan warung makan. Meski tidak besar, namun warung sederhana itu tak pernah sepi pengunjung. Bahkan, tak jarang para pegawai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten singgah untuk menikmati pecel rawon khas Baureno ini.

‘’Warung ini sudah dikelola generasi ke dua. Bahkan, menuju generasi ke tiga. Karena saat ini juga dibantu anak saya,’’ tuturnya.

Usmiatun dan anaknya Yuni, selalu menggunakan bahan-bahan segar untuk mempertahankan rasa pecel rawon legendarisnya. Setiap pagi, Yuni pergi ke pasar untuk belanja semua bahan dan kebutuhan warung.

Kemudian, membuka warungnya setelah semua siap pada pukul 10.00. ‘’Siang sekitar puku 12.00 sampai pukul 12.30 sudah habis,’’ lanjutnya.

 Baca Juga: Nikmati Sambal Belut di Bawah Pohon Jati

Dia meracik semua bumbu pecel dan rawonnya sendiri. Dengan bahan-bahan segar pilihan, mulai dari sayuran untuk pendamping pecel hingga daging untuk rawon. Untuk sayuran pendamping pecel meliputi, kecambah dan daun ketela. Sedangkan, untuk rawonnya berisi perpaduan antara daging dan lemak.

Menurutnya, tanpa daging lemak rasa rawonnya kurang sedap. ‘’Para pelanggan yang sudah berumur sering meminta lemak karena merasa giginya tidak kuat untuk makan daging,’’ ujarnya sambil tersenyum.

Istimewanya pecel rawon legendaris, menurut Usmiatun, yakni rasanya yang khas dengan daerah Baureno. Dengan pecel dan kuah rawon kental menambah kenikmatan tersendiri. Dinikmati bersama dengan sambal, kecap, dan kerupuk udang.

‘’Hanya menyediakan menu pecel rawon saja, kalau kebanyakan menu nanti tidak fokus memasaknya. Terus berpengaruh pada kenikmatan rasanya. Kami menjual rasa,’’ tandasnya.

Warung pecel rawon legendaris ini merupakan satu-satunya sumber pendapatan Usmiatun dan keluarga. Buka setiap hari, kecuali hari minggu, libur nasional, dan puasa ramadan.

‘’Kalau tutup satu bulan penuh saat puasa, kami sudah menabung lebih dulu untuk memenuhi kebutuhan saat warung pecel rawon tutup,’’ pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Hakam Alghivari
#warung #rawon #kuliner #legendaris #makan #karakter #bojonegoro #pecel