LAMONGAN, Radar Lamongan - Pergantian dari musim kemarau ke penghujan seperti ini, berpotensi menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Sehingga minuman jamu berbahan tanaman obat keluarga (TOGA) cocok dikonsumsi. Seperti beras kencur, kunyit asam, dan minuman herbal lainnya. Tak hanya itu saja, jamu alami juga memiliki banyak manfaat lain.
Namun, kini sudah banyak jamu alami kemasan yang dijual di pasaran. Salah satunya Mastuti Anisa, yang memproduksi berbagai macam minuman herbal di rumahnya di Desa Sidomukti, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan. Di antaranya wejah atau gebyokan, beras kencur, kunyit asem, kudu laos, dan sirih kunci.
Bisnis ini sudah dijalankannya sejak Tahun 2016. Berawal dari suami yang gemar minum beras kencur, kemudian dia mencoba membuat sendiri. ‘’Resepnya dari Mama, saya otak-atik sendiri. Dari orang tua dulu tidak ada takaran, jadi harus trial beberapa kali,’’ ucap perempuan berusia 42 tahun ini
Anis, sapaan akrabnya menjelaskan, beberapa bahan untuk membuat minuman wejah. Yakni daun papaya, daun kesimbukan, daun otok, daun jarak kemiri, daun tapak liman, daun luntas, daun jambu muda, kunyit, temu giring dan asem. Anis menggunakan gula pasir sebagai pemanis, tapi beberapa konsumen memesan gula merah.
‘’Kalau saya tidak ada pernah menambah pengawet. Karena kalau bahan kimia tidak ada takaran pasti, malah berbahaya. Alhamdulillah sampai saat ini anak-anak juga bisa mengkonsumsi,’’ kata ibu tiga anak ini.
Proses pembuatan minuman wejah cukup mudah. Pertama semua bahan dicuci hingga bersih. Kemudian ditumbuk hingga halus, yang kemudian dicampurkan ke dalam rebusan asem dan gula. Setelah itu disaring dan siap dikonsumsi.
‘’Khasiat wejah ini untuk memperlancar ASI (air susu ibu, Red), dan bisa untuk meningkatkan daya tahan tubuh juga,’’ imbuhnya.
Minuman lain yang banyak digemari yakni kencur dan sirih kunci. Bahan-bahan membuat sirih kunci yakni daun sirih, kunci pepet, jambe, kunyit, dan asem. Untuk proses pembuatannya, hampir sama dengan membuat minuman wejah.‘’Khasiat dari sirih kunci untuk kesehatan reproduksi perempuan,’’ katanya.
Anis mengaku pesanan jamu ini meningkat drastis saat pandemi Covid-19. Sebab, mayoritas masyarakat berupaya menjaga daya tahan tubuh. Namun, untuk saat ini penjualan jamu produksinya cenderung stabil. Untuk kendala, dari beberapa tanaman sebagai bahan utama yang cukup langka. Di antaranya daun tapak liman dan kesimbukan.
‘’Bahan dasar minuman segar ini dari rimpang,’’ ucapnya. (sip/ind)
Editor : Hakam Alghivari