LAMONGAN, Radar Lamongan - Pada awal musim hujan, para pecinta kucing harus memberikan perhatian ekstra. Terutama tidak membiarkan kucing di luar dan terkena hujan.
Sebab, hal itu bisa menyebabkan terkena kutu telinga, yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani. Kutu telinga atau earmate tandanya keluar cairan dari telinga kucing.
Beberapa kucing harus dibawa ke dokter hewan untuk perawatan. Salah satunya pet care di Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan Lamongan yang menangani beberapa kucing dengan kutu telinga.
drh. Fathurohman Nasrudin menunjukkan cara perawatan agar cepat sembuh. Apalagi, ketika terkena kutu telinga, membuat nafsu makan kucing menurun. Fathur, sapaan akrabnya menjelaskan, pada saat sehat, telinga kucing sudah ada kotoran. Pada saat kondisi lembab, tidak terjadi masalah. Namun, saat kemasukan air maka akan menyebabkan kutu telinga. ‘’Paling rawan saat musim hujan,’’ tutur Fathur.
Sehingga, Fathur menyarankan, agar kucing tidak dibiarkan berada di luar rumah saat hujan. Selain itu, kamar mandi harus selalu ditutup, agar kucing tidak bisa masuk. Sebab, biasanya kucing setelah masuk ke kamar mandi, kakinya basah dan digunakan untuk mengusap telinga.
Telinga kucing harus intens dibersihkan. Fatrhur menyarankan membersihkan dengan tisu basah non alkohol, agar menghindari stres. Sebab, telinga kucin sensitif. ‘’Karena telinga kucing sensistif, setelah mandi juga harus dibersihkan telinganya,’’ ujar Fathur.
Dia menjelaskan, ciri-ciri kucing terkena kutu telinga yakni telinga kucing terdapat cairan. Pemilik kucing harus memperhatikan nafsu makan dari kucing. Jika tidak nafsu makan maka perlu dibawa ke dokter hewan. ‘’Kalau makannya masih bagus, bisa dikasih tetes telinga yang beli di pet care,’’ ujar pria berusia 31 tahun ini.
Selain kutu telinga, ketika nafsu makan turun juga harus diperiksa mulutnya. Bisa jadi juga terdapat sariawan dimulutnya. ‘’Karena semakin lama penyakit ditangani, maka biaya semakin membengkak. Jika cepat ditangani kesembuhan lebih tinggi, biaya kesembuhan juga ringan,’’ ujarnya.
Menurut dia, penyembuhan kutu telinga membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima hari penanganan. Jika masuk fase tidak nafsu makan dan sudah ada nanah di telinga atau otitis, biasanya penyembuhan di atas tujuh hari. ‘’Soalnya makannya harus disuapin,’’ katanya.
Fathur mengatakan, ketika terkena kutu telinga, imunitas kucing juga turun. Bahkan jika terlalu parah dan penanganan lambat, kutu telinga bisa menjadi virus yang masuk ke kucing.
‘’Otomatis imunitas turun, tambah drop, bisa menyebabkan kematian,’’ ucap Fathur.
Jika sudah sulit makan, biasanya diinfus. Kucing sudah mulai sembuh diikuti dengan nafsu makan meningkat, serta kakinya dijilat atau self grooming. ‘’Kemudian perlu diantisipasi lagi, ketika kucing terkena kutu telinga maka harus dipisah dengan lainnya,’’ pungkasnya. (sip/ind)
Editor : Hakam Alghivari