BLORA, Radar Bojonegoro - Peminat olahraga biliar di daerah masih minim. Hal itu terlihat dari jumlah atlet Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Blora hanya berjumlah empat orang. Selain itu, belum ada pelatih yang berlisensi resmi.
Upaya mengadakan turnamen pun belum mampu memikat remaja menjadi atlet. Ketua POBSI Blora Syahrul Irkham mengungkapkan, walaupun atlet sedikit, semuanya aktif latihan setiap hari di lapangan yang juga menjadi kantor PBSI Blora.
‘’Perkembangan (POBSI) untuk peminat latihan saja banyak, tapi yang benar-benar ingin menjadi atlet jarang,” ujarnya.
Selain itu, menurut Syahrul, saat ini belum ada pelatih yang punya lisensi resmi. Sehingga para atlet yang ada berlatih sebisanya memanfaatkan teknologi. Tentu hal itu berpengaruh kepada peforma atlet, belum bisa melaju pada porprov tahun ini.
‘’Pada Pra Porprov kemarin tidak lolos, kalah dengan Pekalaongan. Karena dari kabupatennya dianggarkan banyak. Sehingga bisa ngebon pemain. Kalau kami manfaatkan pemain lokal,” ungkapnya.
Pihaknya mengungkapkan, tahun ini POBSI Blora dianggarakan KONI sebanyak Rp 20 juta. Jumlah tersebut dimanfaatkan untuk operasional, perbaikan lapangan, penyediaan alat, dan membuat turnamen. ‘’Tidak untuk gaji pengurus, kami pun ada pertanggung jawabannya,” katanya.
Upaya menarik remaja menjadi atlet POBSi, pihaknya telah berusaha membuat turnamen. Namun, tindakan itu belum bisa secara maksimal untu menancapkan minat remaja menjadi atlet profesional.
Ketua KONI Blora Hery Sutiyono mengungkapkan, pihaknya mendorong semua cabang olahraga (cabor) untuk berkembang, termasuk cabor biliar. Ia ingin melihat cabor tersebut mempunyai inovasi dan kreativitas untuk memunculkan bibit-bibit baru atlet biliar.
‘’Para pengurus harus kreatif, kami juga telah mendorong dengan pendanaan tiap cabor,” ungkapnya.
Terkait pelatih yang belisensi, menurut Heri dibutuhkan dalam menunjang atlet. Ia menyarankan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan di provinsi. Selain itu, ia menekankan, jika ingin dilihat oleh masyarakat, maka perlu menunjukan prestasi.
Seperti halnya cabor lainnya, ia mencontohkan cabor baru petanque. ‘’Walaupun pada porprov kemarin tidak mendapat kategori, tapi mereka tunjukan kreativitas dan inovasi,” katanya. (luk/bgs)
Editor : M. Yusuf Purwanto