BLORA, Radar Bojonegoro - Gemerlap malam di jalanan Kelurahan Kunden, Blora, begitu bergerak. Anak-anak muda dan masyarakat membawa obor atau oncor sambil berjalan keliling jalan perkampungan bermula dari Kelurahan Kunden. Anak-anak memainkan obor dengan seksama dan penuh nyala.
Kamis (27/7) malam tersebut anak-anak muda gelar tradisi lamporan. Sebuah tradisi mengusir pagebluk. Tradisi turun-temurun ini berlangsung pada bulan Sura (kalender Jawa) atau Muharram (kalender Hijriyah).
Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, dalam rombongan terlihat ada beberapa lapisan barisan. Paling depan ada genderuwo (lambang makhluk halus yang mengganggu desa). Diikuti orang-orang membawa cemeti atau cambuk. Para pembawa obor serta diiringi barongan. Terakhir masyarakat umum ikut berjalan.
Terlihat, pembawa cambuk sepanjang jalan mengibas-ibas pecutnya. Sementara anak-anak para pembawa obor mengiringi serta atraksi menyemburkan api. Para barongan terus berjalan mengikuti.
Tradisi itu disambut antusias. Tidak hanya warga setempat, melainkan masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan lain. Hal itu terlihat pinggir-pinggir jalan penuh oleh warga ingin menyaksikan tradisi lamporan.
Lurah Kunden Fiqri Hidayat mengatakan, tradisi tersebut acara tahunan mengusir pagebluk atau tolak bala. Diselenggarakan tiap bulan Sura atau Muharram. ‘’Penyelanggaraan malam Jumat legi. Tapi, karena bulan ini sudah lewat, diselenggarakan malam Jumat Kliwon,’’ tuturnya. (hul/ri)
Editor : M. Yusuf Purwanto