LAMONGAN, Radar Lamongan - Burung anis merah memiliki warna bulu oranye dengan sedikit merah, mulai dari bagian kepala hingga dada. Sedangkan sayapnya berwarna hitam dan sedikit putih, di bagian iris mata berwarna hitam, kakinya cukup panjang, dan paruh juga hitam.
Burung yang memiliki nama latin geokichla citrine ini tak hanya pandai berkicau, tapi juga bisa menari dengan gaya yang unik. Leher dilenturkan dan digerakkan ke samping maupun ke bawah. Para pehobi biasanya menyebut tarian burung anis merah dengan sebutan teler. Lehernya lentur bergerak ke kanan dan ke kiri, serta berputar hingga ke bawah.
Hal itu menjadi daya tarik tersendiri, karena makin terlihat teler dan berkicau kencang, maka makin mempesona. Seperti burung anis merah milik Sidiq Nurhuda, seorang pehobi burung anis merah berdomisili di Made Karyo gang III, Perumnas Made, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan.
Dia menunjukkan delapan burung anis merah di belakang rumahnya, kemarin (8/7). Namun, para pemiliknya harus sabar. Tidak mudah membuat burung anis merah menari dan berkicau kencang. Sebab, burung ini tergolong cukup sensitif dan pemalu.
Sidiq juga menunjukkan cara agar burung-burung ini bisa berkicau secara maksimal. Dilakukan pengecasan terlebih dulu, dengan menyandingkan beberapa burung. Tujuannya agar emosi bertarungnya muncul. Terbukti kicauannya cukup kencang, hingga membuat telinga berasa berdenging.
‘’Untuk menyandingkan ini sekitar 10 menit hingga 20 menit, ditandai dengan burung yang semula besar, menjadi lebih langsing atau singset bulunya,’’ ucapnya.
Menurut dia, setiap burung anis merah memiliki gaya teler berbeda-beda. Sidiq mengaku perawatan burung anis merah tergolong mudah. Pembersihan kandang tidak dilakukan setiap hari. Sidiq biasanya membersihkan kandang dan memandikan tiga hari sekali.
‘’Saya bersihkan kandang bagian bawahnya, dengan air garam, biar baunya fresh,’’ imbuhnya.
Sidiq menjelaskan, populasi burung anis merah sebarannya dari Jawa dan Bali. Namun, budidaya burung anis merah belum terlalu banyak. Sehingga rerata pehobi mendapatkan dari alam. Hal itu membuat harga burung anis merah cukup mahal. Sidiq mengaku burung anis merah dibanderol mulai Rp 1 juta hingga Rp 50 juta.
‘’Tergantung keunikan burung, yang mana burung semakin mahal karena dari telernya ke kanan dan ke kiri secara cepat, sambil berkicau dan bernada,’’ terangnya. (sip/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana