BLORA, Radar Bojonegoro - Cahaya kuning keemasan menyepuh area persawahan Desa Bangsri Kecamatan Jepon, Blora, Rabu (5/7). Puluhan orang berkunjung ke kawasan itu. Semakin sore, pengunjung wisata desa itu semakin bertambah. Mereka ingin melihat panorama alam, sejarah, hingga mencicipi kuliner yang menggoyang lidah.
Sebagian sawah di Desa Bangsri disulap menjadi destinasi wisata. Gubuk berjajar di antara hamparan padi. Irigasi sawah ditabur benih ikan. Anak-anak tampak riang memberi pakan di pematang sawah.
Lasmini, salah satu warga, mengungkapkan baru kali pertama berkunjung. Ia mengajak keluarga untuk menikmati panorama alam dan kuliner.
"Baru pertama kali datang. Ingin merasakan makan di gubuk bersama keluarga. Menikmati pemandangan alam," ungkapnya.
Menurut lasmini, susana hamparan padi yang mulai menguning dan panorama alam saat sore hari menarik untuk dinikmati. Begitu juga ada beberapa spot foto dan kolam ikan yang bisa dimanfaatkan anak-anak.
"Senang, anak-anak juga bisa memberikan makan ikan di sawah," jelasnya.
Kepala Desa Bangsri Laga Kusuma menjelaskan, wisata desa dikonsep perpaduan alam, sejarah, dan kuliner. Memanfaatkan hamparan sawah, kuliner khas desa dan sejarah Noyo Sentiko. Sosok pahlawan yang melawan Belanda di desanya. Saat ini dibuat patung di tengah destinasi wisata.
"Kami ingin menghidupkan wista alam dan sejarah desa, bahwa Bangsri ini pernah jadi tempat peperangan Noyo Sentiko melawan Belanda," ungkapnya.
Wisata yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) telah dimulai setehun lalu. Kunjungan wisatawan pada Sabtu dan Minggu mencapai ribuan orang. Namun pihaknya masih terkendala pendanaan untuk mengembangkan wisata.
"Ini baru 40 persen. Beberapa kerjasama sudah terjalin. Nanti akan kami kembangkan lagi dan mengarah pada wisata edukasi," katanya. (luk/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto