Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pegiat Parkour Berani Melompat Bak “Spiderman”

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 2 Juli 2023 | 19:52 WIB
BERANI JATUH: Para pemuda bergantian melompat saat latihan parkour di Taman Rajekwesi. (HAKAM AL-GHIFARI/RDR.BJN)
BERANI JATUH: Para pemuda bergantian melompat saat latihan parkour di Taman Rajekwesi. (HAKAM AL-GHIFARI/RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Farhizki berlari lalu melompat dengan cepat. Dari satu tembok ke tembok lain. Dari ketinggian, melompat ke tanah. Tidak jatuh. Kakinya seperti lentur. Aksinya yang penuh adrenalin ketika salto di udara dan bergelantungan. 

Farhizki bukan “spiderman”, tapi anggota komunitas parkour yang sedang latihan di Taman Rajekwesi, Bojonegoro. Kamis (29/6) sore itu, satu per satu anggota komunitas parkour menunjukan skill-nya.

Mulai berlari, melompat, roll depan dan belakang, hingga bergelantungan. Butuh kefokusan, latihan fisik, juga teknik olahraga parkour ini. Selain di Taman Rajekwesi, komunitas parkour dengan anggota 8-9 pemuda ini biasanya beraksi di Alun-Alun Bojonegoro saat akhir pekan.

‘’Latihan di taman atau tempat umum berbahaya. Takutnya, nabrak atau mengganggu kenyamanan orang lain,’’ tutur pemuda sebagai Ketua Komunitas Parkour Bojonegoro tersebut.

Farhizki mengatakan, sebelum memulai parkour harus pemanasan dulu menghindari adanya cedera. Semakin sering latihan, kian cepat pula menguasai parkour. ‘’Semua tergantung banyaknya latihan. Ada juga satu bulan sudah jago,’’ ujar Farhizki.

Meski sering dianggap olahraga ekstrem, namun parkour memiliki banyak manfaat. Meliputi untuk kesehatan, melatih fokus, menguatkan otot, dan stamina tubuh. Juga melatih pola pikir. Terlebih di parkour terdapat halang rintang sehingga butuh keahlian.

‘’Harus punya pandangan reflex, kalau jatuh bagaimana. Jadi, harus bisa mengendalikan dan mengontrol,’’ tuturnya.

Farhizki menceritakan awal masuk parkour pada 2017. Sebelumnya sudah ada komunitasnya. Namun, pada 2018 berhenti. Dari situ, ia kembali merangkul teman-temannya mendirikan komunitas parkour hingga sekarang. Ia dan teman-temannya berharap bisa memiliki tempat latihan parkour memadai. (ewi/rij)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#parkour #spiderman #komunitas #kesehatan #olahraga #Hobi #sport #Ekstrem