BLORA, Radar Bojonegoro - Emak-emak atau ibu rumah tangga di Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen, Blora, ternyata kreatif bikin besek wadang daging kurban. Besek ini dari anyaman bambu. Bahkan, pemesan besek hingga dikirim ke Malaysia.
Saat ini Membungkus daging kurban sedikit demi sedikit mulai meninggalkan kresek. Wadah dari anyaman bambu (besek) mulai jadi alternatif untuk wadah daging kurban. Tentu, menjadi angin segar perajin besek.
‘’Alhamdulillah penjualan meningkat drastis. Hari raya ini sudah menjual 10 ribu lebih besek. Wadah daging sapi kurban Pak Jokowi di Banjarejo juga disuplai dari kami," tutur Agus Yulianto perajin anyaman bambu di Desa Kedungsatriyan, Kecamatan Ngawen, Jumat (30/6).
Penjualan 10 ribu besek tersebut, menurut Agus Yulianto, omzet menembus Rp 20 juta. Pembelinya mulai dari warga lokal hingga mancanegara seperti Malaysia. Setiap kantong besek mulai Rp 1.500 hingga Rp 3.000, tergantung besar kecil ukuran.
‘’Terakhir masih kirim di salah satu pondok, untuk wadah daging kurban," ujarnya.
Para pemesan, menurutnya, sudah ada kesadaran menggunakan bahan nonplastik. Dengan besek lebih ramah lingkungan dan meminimalisir penggunaan plastik. Banyaknya pesanan besek itu dikerjakan 30 perajin tergabung kelompoknya. Kebanyakan emak-emak atau ibu rumah tangga sebagai pekerjaan sampingan.
‘’Bahan dari bambu apus, di desa kami banyak sekali jadi tidak khawatir tak penuhi pesanan," katanya.
Selain besek, perajin bambu di Desa Kedungsatriyan tersebut ternyata bervariatif. Seperti kreasi keranjang, tas dan alat-alat dapur, serta ornamen ruang tamu. (luk/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto