Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Begini Sikap Pegiat Seni atas Banyaknya Manusia Silver di Lampu Merah Bojonegoro

M. Yusuf Purwanto • Sabtu, 24 Juni 2023 | 19:03 WIB

BAWA KARDUS: Manusia silver di Lampu Merah Jalan Untung Suropati, kemarin (23/6). (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)
BAWA KARDUS: Manusia silver di Lampu Merah Jalan Untung Suropati, kemarin (23/6). (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RDR.BJN)

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Manusia silver kini kerap ditemui khususnya di kawasan Bojonegoro Kota. Tampilannya tidak biasa, acap kali mengundang sorotan pengguna jalan. Namun, keberadaan manusia silver menarik perhatian pelaku seni, karena rerata meminta sumbangan di lampu merah. Padahal, tujuan awal sebuah pertunjukan.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, manusia silver terlihat di perempatan Jalan Untung Suropati dan Jalan MH Thamrin Jumat (23/6). Dua sampai empat manusia silver membalur tubuh dengan cat berwarna perak, tanpa baju, dan bertelanjang kaki. Saat lampu merah menyala, mereka menunggu pengendara dan mendekati pengguna jalan membawa kardus berisi uang recehan.

Yani salah satu pegiat seni mengatakan, pernah menjadi pelaku manusia silver awal kemunculannya bukan untuk ngamen, bahkan saat meminta apresiasi di ruang publik biasanya di suatu keramaian, taman, atau festival. Namun, merebaknya manusia silver di Bojonegoro, kemungkinan karena semakin ramainya kota tanpa diiringi ruang apresiasi. Akhirnya hanya berfokus sumbangan keliling,” ungkapnya.

Menurut dia, seni humanoid manusia silver sebagai sebuah pertunjukan perlu adanya latihan khusus untuk tetap diam berjam-jam, menyerupai patung atau robot. Tak sendirian, perlu ada orang bertugas mengatur jalan. Karena tak semua orang bisa diam berjam-jam dengan gerakan minim, ujarnya.

Firsto Pranantya alumni sosiologi Universitas Airlangga mengatakan, tren manusia silver dipengaruhi struktur memaksa mereka di tengah iklim persaingan pencari kerja kian kompetitif.  Namun, tidak memiliki kesempatan kerja di sektor formal. (dan/rij)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#seni #Manusia Silver #bojonegoro