Ancaman Kejahatan Digital Meningkat, Ini 10 Cara Melindungi Data Pribadi di Internet

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Kejahatan internet yang dapat membahayakan data pribadi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Kejahatan internet yang dapat membahayakan data pribadi. (MAGNIFIC/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Ancaman kejahatan digital menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai masyarakat di tengah semakin tingginya penggunaan internet. Berbagai aktivitas, mulai dari transaksi perbankan, belanja online, media sosial hingga pekerjaan, kini banyak dilakukan secara digital.

Di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko pencurian dan penyalahgunaan data pribadi di internet. Informasi seperti nomor telepon, alamat email, identitas diri, kata sandi, hingga data perbankan dapat menjadi target pelaku kejahatan digital.

Modus yang digunakan pun semakin beragam. Pelaku dapat memanfaatkan phishing, tautan palsu, akun palsu, malware, hingga rekayasa sosial untuk mendapatkan informasi korban.

Baca Juga: Internet Semakin Cepat, Kenali Teknologi yang Membuat Koneksi Semakin Stabil

Karena itu, memahami cara melindungi data pribadi menjadi hal penting bagi setiap pengguna internet.

Mengapa Data Pribadi Perlu Dilindungi?

Data pribadi merupakan informasi yang dapat digunakan untuk mengenali atau mengidentifikasi seseorang. Jika jatuh ke tangan yang salah, informasi tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai tindakan merugikan.

Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah pengambilalihan akun. Pelaku dapat mencoba menggunakan informasi korban untuk mengakses akun media sosial, email, layanan digital, bahkan akun yang berkaitan dengan transaksi keuangan.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan digital yang lebih aman.

10 Cara Melindungi Data Pribadi di Internet

1. Gunakan Kata Sandi yang Kuat

Kata sandi menjadi salah satu pertahanan utama sebuah akun. Hindari menggunakan kombinasi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, nama lengkap, atau angka berurutan.

Gunakan kata sandi yang panjang dan unik untuk setiap akun. Dengan demikian, apabila salah satu akun mengalami kebocoran, akun lainnya tidak otomatis mudah diakses.

2. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor

Autentikasi dua faktor atau 2FA dapat memberikan perlindungan tambahan. Selain memasukkan kata sandi, pengguna harus melewati metode verifikasi kedua ketika melakukan login.

Jika tersedia, aktifkan fitur tersebut pada email, media sosial, aplikasi keuangan, dan layanan digital penting lainnya.

3. Jangan Sembarangan Klik Tautan

Salah satu modus yang sering digunakan dalam kejahatan digital adalah mengirimkan tautan melalui pesan singkat, email, atau media sosial.

Pesan tersebut terkadang dibuat seolah-olah berasal dari bank, marketplace, perusahaan, atau lembaga resmi.

Sebelum mengklik tautan, periksa alamat situs dan sumber pesan. Jangan langsung memasukkan username, kata sandi, nomor kartu, atau informasi lainnya pada halaman yang mencurigakan.

4. Jangan Pernah Membagikan OTP

Kode One-Time Password (OTP) merupakan informasi yang bersifat rahasia. Jangan memberikan kode tersebut kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai petugas layanan tertentu.

Jika ada pihak yang meminta OTP melalui telepon atau pesan dengan alasan melakukan verifikasi, pengguna perlu berhati-hati karena bisa menjadi indikasi penipuan.

Baca Juga: Tak Dapat Pekerjaan Kantoran? Ini Lima Cara Anak Muda Raup Cuan dari Internet

5. Batasi Informasi Pribadi di Media Sosial

Media sosial sering menjadi tempat masyarakat membagikan berbagai aktivitas sehari-hari. Namun, terlalu banyak membagikan informasi pribadi dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan data.

Hindari mengunggah dokumen identitas, alamat rumah, nomor telepon, tiket perjalanan yang memuat informasi sensitif, atau informasi lain yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

6. Rutin Memperbarui Sistem dan Aplikasi

Pastikan sistem operasi dan aplikasi pada smartphone maupun komputer selalu diperbarui.

Pembaruan biasanya mencakup perbaikan bug dan peningkatan keamanan. Menggunakan perangkat lunak versi terbaru dapat membantu mengurangi risiko akibat celah keamanan yang telah diketahui.

7. Unduh Aplikasi dari Sumber Resmi

Hindari mengunduh aplikasi dari situs atau sumber yang tidak dikenal. Aplikasi yang diperoleh dari sumber tidak resmi berpotensi mengandung perangkat lunak berbahaya.

Sebaiknya gunakan toko aplikasi resmi dan perhatikan pengembang aplikasi sebelum melakukan instalasi.

8. Periksa Izin Aplikasi

Setiap aplikasi dapat meminta izin tertentu untuk mengakses perangkat. Pengguna perlu memperhatikan apakah izin tersebut memang diperlukan.

Misalnya, aplikasi sederhana seharusnya tidak selalu membutuhkan akses ke informasi yang tidak berkaitan dengan fungsi utamanya.

Periksa kembali izin aplikasi secara berkala dan cabut akses yang tidak diperlukan.

9. Hati-Hati Menggunakan Wi-Fi Publik

Wi-Fi gratis di tempat umum memang memudahkan pengguna untuk terhubung ke internet. Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati ketika mengakses layanan yang bersifat sensitif.

Baca Juga: ChatGPT Lebarkan Sayap Lagi, Kini Rambah Sektor Browser Internet dengan Atlas

Untuk aktivitas seperti transaksi perbankan atau memasukkan informasi penting, pastikan koneksi yang digunakan aman dan situs yang diakses merupakan situs resmi.

10. Segera Amankan Akun Jika Terjadi Aktivitas Mencurigakan

Jika menemukan login dari perangkat yang tidak dikenal atau aktivitas aneh pada akun, segera lakukan tindakan pengamanan.

Ganti kata sandi, keluarkan perangkat yang tidak dikenal, aktifkan autentikasi dua faktor, dan hubungi penyedia layanan melalui kanal resmi jika diperlukan.

Waspada Menjadi Kunci Keamanan Digital

Melindungi data pribadi di internet tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti menggunakan kata sandi unik, mengaktifkan 2FA, tidak membagikan OTP, serta berhati-hati terhadap tautan mencurigakan dapat membantu meningkatkan keamanan akun.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa pelaku kejahatan digital dapat memanfaatkan kelengahan pengguna. Karena itu, jangan mudah percaya terhadap pesan yang meminta data pribadi, uang, atau akses ke akun.

Semakin bijak seseorang menggunakan internet, semakin kecil pula peluang data pribadinya disalahgunakan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
penipuan online kejahatan digital tips aman di internet data pribadi keamanan digital