RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Maret lalu raksasa teknologi Apple resmi memperkenalkan laptop entry level baru mereka, MacBook Neo ke pasar. Per Jumat (15/5), laptop ini akhirnya dapat ditebus di Indonesia.
Meskipun menjadi produk entry level, MacBook Neo banyak dinanti penggemar teknologi tidak hanya karena harganya yang murah, namun juga kemampuannya untuk dibongkar pasang dengan mudah, cukup berbeda dengan pakem desain Apple yang premium dan kompleks. Pun demikian perusahaan asal Amerika Serikat tersebut masih dapat mempertahankan ciri khas produk mereka yang tipis untuk laptop satu ini dengan berat bersih sebesar 1,23 kilogram.
Arsitektur MacBook Neo mengandalkan chip A18 Pro yang diangkut dari iPhone 16, namun dengan modifikasi sedemikian rupa plus CPU 6 core untuk menampung sistem operasi macOS Tahoe, serta mendukung fitur seperti ray tracing, kecerdasan buatan (AI) Apple Intelligence, encoding berbagai jenis media video, dan masih banyak lagi. Daya pakainya pun masih ciamik dengan baterai yang dapat dipakai hingga 16 jam sebelum perlu diisi ulang.
Selain mengandalkan chip smartphone, MacBook Neo tidak dilengkapi dengan kipas pendingin agar laptop lebih praktis. Namun jangan khawatir, karena laptop telah dirancang sedemikian rupa agar jeoran laptop tetap dingin dan senyap.
Baca Juga: Guncang Pasar! MacBook Neo Resmi Dirilis: Harga Rp10 Jutaan, Pakai Chip A18 Pro, dan Baterai 16 Jam
Keuntungan lain dari penggunaan chip iPhone untuk MacBook Neo adalah kamera dari smartphone tersebut juga dapat digunakan sebagai webcam untuk laptop satu ini. Dengan speaker yang mendukung spatial audio dan fitur Dolby Atmos, menggunakan MacBook Neo untuk kebutuhan kantor maupun pribadi menjadi lebih nikmat.
Sejak Jumat lalu, MacBook Neo dapat dipesan oleh masyarakat Indonesia. Namun sesuai pengumuman dari iBox selaku distributor produk Apple, MacBook Neo baru akan tiba dan dijual secara fisik pada Jumat minggu depan (22/5).
“Kehadiran MacBook Neo adalah jawaban bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Mac tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, dengan unit yang siap didistribusikan secara massal pada 22 Mei 2026,” bunyi pengumuman iBox melalui kanal media sosial mereka.
Menariknya meskipun dengan keadaan ekonomi saat ini yang banyak dipengaruhi oleh tarif impor AS, MacBook Neo di Indonesia dijual dengan banderol tidak jauh berbeda ketimbang negeri Paman Sam. Selain itu harga yang dipasang di Indonesia jauh lebih murah ketimbang sesama negara Asia tenggara, seperti Malaysia dan Singapura.
MacBook Neo di AS dijual mulai dari harga USD 599, atau Rp 10,54 juta. iBox mengumumkan harga resmi MacBook Neo di Indonesia sebesar Rp 10,75 juta, atau selisih hanya sekitar Rp 200 ribu.
Sementara di Malaysia MacBook Neo dapat ditebus mulai 2.499 Ringgit, atau Rp 11,13 juta. Masyarakat Singapura terpaksa menebus harga lebih tinggi lagi, sebesar SGD 849 atau Rp 11,67 juta.
MacBook Neo tersedia dalam dua varian, yakni varian SSD 256 GB seharga Rp 10.748.000, serta SSD 512 GB dengan harga Rp 12.999.000. Keduanya dapat ditebus dalam empat lima pilihan warna, yakni Silver, Blush (pink), Indigo (hitam), dan Citrus (kuning). (edo)
Spesifikasi dan Harga MacBook Neo
- Dimensi Fisik: 297,5 x 206,4 x 12,7 mm
- Berat: 1,23 kg
- Prosesor: Apple A18 Pro, dengan CPU 6 core, GPU 5 core, dan Neural Engine 16 core
- RAM: 8 GB
- Penyimpanan memori: SSD NVMe 256/512 GB
- Layar: Liquid Retina sRGB 13 in, resolusi 2408 x 1506 dengan dukungan 1 miliar warna
- Baterai: 36,5 Wh dengan charger USB-C 20W
- Harga: Rp 10.748.000 (256 GB) atau Rp 12.999.000 (512 GB)
NB: Sistem biometrik Apple Touch ID hanya tersedia untuk varian 512 GB
Editor : Yuan Edo Ramadhana