Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

IGRS Diduga Miliki Celah Keamanan Data, Data Berbagai Game Calon Rilis dan Pengembangnya Langsung Bocor

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 14 April 2026 | 18:19 WIB
(Dok. IO Interactive)

 

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Baru saja kasus Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI dan Valve terkait Indonesian Game Rating System (IGRS) terselesaikan, kementerian tersebut kembali menghadapi masalah dalam topik serupa. Namun kali ini masalah yang mencuat ke publik lebih rumit lagi.

Diketahui dari VideoGamesChronicle (VGC) dan IGN pada Senin (13/4), seorang pengguna Reddit asal Indonesia dengan username Me_Finity berniat membuat situs alternatif dari laman IGRS, karena situs yang dibangun oleh Kominfo dianggap kurang praktis untuk digunakan sebagai pusat data dan informasi klasifikasi video game. Namun dari penjelajahannya, pengguna tersebut menemukan bahwa cara penyimpanan data klasifikasi IGRS memiliki celah keamanan signifikan.

Diketahui, hasil penggalian situs menemukan bahwa alamat surel atau email milik pengembang video game yang mengajukan klasifikasi IGRS tidak disimpan dengan aman. Namun yang lebih mengejutkan lagi, potongan foto dan video gameplay sebagai bahan pertimbangan klasifikasi juga tidak memiliki pengamanan yang layak.

Hal ini sekaligus mengkonfirmasi pernyataan pengembang video game lokal mengenai cara kerja sistem klasifikasi tersebut. Menurut founder dan CEO Toge Productions, Kris Antoni Hidayat, foto dan video dari video game yang ingin mendapat klasifikasi diunggah terlebih dahulu sebelum mengisi kuesioner klasifikasi.

“Ada submit video dan image, tapi disuruh upload sebelum isi kuesionernya,” ujar Kris pada minggu lalu (6/4), kala itu menjelaskan sistem klasifikasi IGRS di tengah persoalan kesalahan klasifikasi IGRS di toko e-commerce Steam.

Baca Juga: Valve Akhirnya Angkat Suara Mengenai Insiden Implementasi IGRS di Steam: Akui Ada Kesalahan Sistem, Bakal Laksanakan Investigasi Bersama Komdigi

Akibat dari kebocoran data tersebut, banyak potongan foto dan video demonstrasi permainan dari berbagai video game yang belum dirilis bocor ke masyarakat. Banyak diantaranya yang merupakan video game yang telah lama ditunggu atau diprediksi menjadi rilis papan atas, seperti 007: First Light, Echoes of Aincraft, Ace Combat 8, Assassin’s Creed: Black Flag, dan Castlevania: Belmont’s Curse.

Menurut VGC, 007: First Light memiliki kebocoran data paling parah akibat submisi data video yang diberikan. Tidak hanya video demonstrasi yang dikumpulkan berdurasi lebih dari satu jam, diduga submisi yang diberikan mengandung konklusi atau kesimpulan dari video game produksi IO Interactive tersebut, sehingga berpotensi membocorkan cerita yang dikandung game dari serial James Bond tersebut.

Menanggapi musibah yang dialami salah satu pesaingnya, Manajer Klasifikasi dari Riot Games, Nic McConnell turut memberikan tanggapan terkait IGRS. McConnell mengaku pernah bertemu dengan para staf yang bekerja dalam IGRS, sehingga memahami mengapa insiden ini dapat terjadi.

“Jadi selama ini saya ditugaskan oleh Riot untuk urusan bersama IGRS, dan bisa dibilang ceritanya panjang. Pandangan saya, IGRS mengecek setiap permintaan secara manual, berkaca dari permintaan mereka untuk mengakses dokumen pribadi kami. Jadi saya tidak kaget kalau ada data yang bocor dalam proses tersebut,” jelas McConnell IGRS di media sosial pribadinya pada Selasa (14/4).

McConnell sendiri berkata bahwa kebocoran data lewat klasifikasi merupakan hal yang lumrah, terutama dalam negara dengan standar moral yang ketat. Dirinya juga menjamin bahwa Riot Games tidak terjerat dalam kasus ini, karena tidak memiliki calon produk baru untuk saat ini.

“Untungnya seluruh game kami sudah rilis semua, jadi tidak perlu khawatir ada yang bocor. Kebocoran seperti ini bukan hal baru, sebagai contoh pengembang juga perlu hati-hati terhadap lembaga GRAC di Korea Selatan. Namun pandangan saya IGRS belum sepenuhnya terbentuk dengan matang, sehingga kalau saya boleh memberi saran kepada pegawai setempat, hanya bagikan dokumen atau file yang dirasa layak saja,” papar McConnell. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#007: first light #klasifikasi #kebocoran data #video game #IGRS