Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Keutamaan Puasa Rajab dan Niat yang Benar Sesuai Tuntunan Ulama

Hakam Alghivari • Jumat, 19 Desember 2025 | 23:30 WIB
Ilustrasi puasa sunnah.
Ilustrasi puasa sunnah.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Puasa Rajab menjadi salah satu amalan sunnah yang banyak diamalkan umat Islam saat memasuki bulan Rajab, salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah.

Selain memiliki nilai spiritual, puasa Rajab juga diyakini membawa keutamaan tertentu, terutama jika dikerjakan pada hari-hari yang dianjurkan. Namun demikian, pemahaman tentang niat puasa Rajab yang benar juga penting agar ibadah ini sah dan bernilai di sisi Allah SWT.

Rajab termasuk dalam empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan dalam Islam, selain Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah sunnah, salah satunya puasa.

Keutamaan Puasa Rajab

Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustaz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa puasa di bulan Rajab hukumnya sunnah, sebagaimana puasa sunnah di bulan lainnya. Meski demikian, terdapat waktu-waktu tertentu yang lebih diutamakan, yakni pada awal bulan Rajab.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Muhammad:

“Barang siapa berpuasa pada tanggal 1, 2, dan 3 Rajab, maka ia akan mendapatkan keridhaan dan kemuliaan dari Allah SWT.”

Dalam riwayat lain yang disampaikan oleh Ibnu Abbas, disebutkan bahwa puasa pada hari pertama Rajab menjadi kafarat dosa selama tiga tahun, hari kedua menjadi kafarat dua tahun, hari ketiga satu tahun, dan setiap hari setelahnya menjadi kafarat selama satu bulan (HR. Abu Muhammad).

Selain puasa awal bulan, para ulama juga menganjurkan puasa Rajab bertepatan dengan hari-hari yang memang disunnahkan, seperti puasa Senin-Kamis dan puasa pertengahan bulan (Ayyamul Bidh). Namun, ulama sepakat bahwa berpuasa penuh selama satu bulan Rajab hukumnya makruh, agar tidak menyerupai puasa wajib Ramadan.

Baca Juga: Niat dan Tata Cara Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram: Keutamaannya Begitu Besar

Dua Niat Puasa Rajab yang Benar

Dalam ibadah puasa, niat merupakan rukun yang wajib dipenuhi. Untuk puasa sunnah Rajab, terdapat dua redaksi niat yang sama-sama sah, tergantung waktu berniatnya.

1. Niat Puasa Rajab di Malam Hari

Niat ini dibaca sejak malam hingga sebelum terbit fajar dan merupakan niat yang paling utama.

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati Rajaba lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Rajab esok hari karena Allah Ta‘ala.”

2. Niat Puasa Rajab di Siang Hari

Niat ini diperbolehkan bagi orang yang belum sempat berniat di malam hari, dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga waktu niat diucapkan.

Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْيَوْمِ عَنْ سُنَّةِ رَجَبَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma al-yaumi ‘an sunnati Rajaba lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Aku berniat puasa sunnah Rajab hari ini karena Allah Ta‘ala.”

Niat puasa sunnah Rajab boleh dilakukan hingga sebelum matahari tergelincir (zawal). Hal ini berbeda dengan puasa wajib, seperti Ramadan atau qadha, yang wajib diniatkan sejak malam hari.

Puasa Rajab sebagai Latihan Spiritual

Puasa Rajab kerap dimaknai sebagai latihan spiritual sebelum memasuki bulan-bulan besar berikutnya, seperti Sya’ban dan Ramadan. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa Rajab juga menjadi momentum memperbaiki niat, memperbanyak istighfar, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Dengan memahami keutamaan puasa Rajab serta niat yang benar sesuai tuntunan ulama, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih tenang, terarah, dan tidak terjebak pada praktik yang keliru. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#Nabi Muhamad #jadwal #ulama #puasa rajab #keutamaan #sunnah #niat