RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bulan Muharram bukan hanya penanda awal tahun dalam kalender Islam, tetapi juga disebut sebagai salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Bulan ini penuh dengan berbagai amalan yang membawa pahala dan keberkahan bagi umat Islam.
Dilansir dari situs NU Online, bulan Muharram disebut sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah, yang menjadikan setiap ibadah di dalamnya memiliki nilai istimewa.
Pada bulan ini, umat Islam diajak untuk merefleksikan perjalanan spiritual dan memperbarui niat agar tahun yang datang dapat dijalani dengan penuh ketaatan dan kesalehan. Berpuasa, membaca doa awal dan akhir tahun, memperbanyak sedekah, hingga melakukan berbagai ibadah sunnah lainnya menjadi amalan yang dianjurkan untuk meraih keberkahan Allah SWT di awal tahun hijriyah.
1. Berpuasa di Bulan Muharram, Khususnya Tanggal 9 dan 10
Seperti dijelaskan dalam sebuah artikel di situs NU Online, Rasulullah ﷺ pernah bersabda, “Seutama‑utama puasa setelah Ramadan ialah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram” (HR Muslim).
Amalan ini menjadikan bulan Muharram sangat dianjurkan untuk berpuasa, terutama pada tanggal 9 (Tasu’a) dan 10 (Asyura), yang disebut dapat menghapuskan dosa‑dosa kecil dari tahun sebelumnya.
2. Membaca Doa Awal dan Akhir Tahun
Dilansir dari situs Kemenag, umat Islam dianjurkan membaca doa akhir tahun sebelum waktu Maghrib tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah, dan membaca doa awal tahun setelah Maghrib 1 Muharram.
Doa ini merupakan bentuk refleksi, memohon ampunan Allah SWT atas kesalahan di tahun lalu dan memohon perlindungan serta keberkahan untuk tahun yang datang.
Berikut bacaan doanya:
Doa Akhir Tahun
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
(Artinya: “Ya Allah, apa yang aku lakukan di tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang tetapi aku belum bertaubat darinya, belum Engkau ridhai dan belum Engkau lupakan, serta Engkau telah bermurah hati setelah memberi kuasa untuk menghukum, maka aku memohon ampunan-Mu. Dan apa yang aku lakukan dari amalan yang Engkau ridhai dan janjikan pahala, maka aku memohon agar Engkau menerima amalan tersebut dan tidak memutuskan harapanku dari-Mu, wahai Allah Yang Maha Pemurah.”)
Doa Awal Tahun
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
(Artinya: “Ya Allah, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.” )
3. Memperbanyak Dzikir, Salat Sunnah, dan Sedekah
Seperti dikutip dari situs NU Online dan juga dijelaskan di situs BAZNAS, bulan Muharram juga merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, salat sunnah, dan sedekah.
Berbagi dengan fakir miskin dan anak yatim disebut membawa keberkahan dan menjadikan umat Islam semakin dekat dengan Allah SWT.
Sedekah, khususnya di bulan Muharram, disebutkan dapat menjadi penghapus dosa dan membawa rahmat Allah bagi pelakunya.
4. Minum Susu Putih sebagai Simbol Kesucian
Seperti dijelaskan dalam sebuah artikel di situs NU Online, sebagian umat Islam memulai tahun dengan meminum susu putih.
Amalan ini bukan termasuk ibadah wajib, tetapi dipandang sebagai simbol kesucian dan bentuk harapan agar Allah menjadikan tahun yang datang penuh dengan keberkahan dan kesucian bagi umat Islam.
Bulan Muharram bukan hanya soal angka tahun yang berganti, tetapi juga momentum spiritual bagi umat Islam untuk memulai kembali dari titik kesucian dan kesalehan.
Berbagai amalan yang dianjurkan, mulai dari puasa Asyura dan Tasu’a, membaca doa awal dan akhir tahun, memperbanyak sedekah dan dzikir, hingga meminum susu sebagai simbol kesucian, memberikan pesan bahwa tahun baru hijriyah adalah kesempatan emas untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Seperti dikutip dari situs NU Online, bulan Allah ini mengajak umat Islam menjadikan pergantian tahun sebagai titik balik untuk memperbarui niat, memperbaiki ibadah, dan memohon keberkahan dari Allah SWT. (kam)
Editor : Hakam Alghivari