BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Setelah Persibo Bojonegoro dinobatkan sebagai juara Grup N dengan hasil tanpa kekalahan, dan dipastikan lolos menuju babak 28 besar Liga 3.
Tim kebanggaan warga Kota Ledre ini mulai menatap babak 28 besar Liga 3 Jawa Timur yang bakal digelar 8 hingga 12 Januari 2024 mendatang.
Tim berjuluk Laskar Angling Dharma di babak 28 besar tergabung di Grup GG bersama Persekabpas Pasuruan, Persekama Madiun, dan Perspa Pacitan.
Jajaran pemain mulai memetakan kekuatan lawan di Grup GG. Terutama Persekabpas yang dilatih Subangkit, pelatih berpengalaman di sepak bola Indonesia dan asisten pelatih Muhammad Diego pernah menjadi bagian Persibo 2022 lalu.
Asisten Pelatih Persibo Agus Supriyanto mengatakan, mulai memprediksi, memantau, dan memetakan kekuatan lawan yang dihadapi di babak 28 besar. Salah satunya Persikabpas Pasuruan.
Agus tetap mencari komposisi tim terbaik untuk babak selanjutnya, yaitu 28 besar. Sehingga terus membangun tim agar lebih baik lagi. Terlebih terdapat evaluasi dari pertandingan dijalani di Grup N.
‘’Memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan diri jelang babak 28 besar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Komite Kompetisi Asprov PSSI Jatim Cahyanto mengatakan, babak 28 besar akan berlangsung 8 Januari 2024 mendatang dengan sistem grup. Penentuan grup sudah dilakukan sejak manager meeting pada November lalu.
Cahyanto menjelaskan, untuk tuan rumah di 28 besar tergantung pada pengajuan yang masuk ke Asprov PSSI Jatim. Selain itu, mempertimbangkan berbagai masukan dan penilaian. Terlebih ada pertanggungjawaban penyelenggaraan dari tuan rumah.
‘’Ada catatan dan evaluasi untuk tuan rumah di babak sebelumnya,” terangnya.
Terkait adanya Pemilu pada Februari 2024 mendatanag, Cahyanto menjelaskan terdapat jeda kompetisi ketika pemilu. Tentu menyesuaikan dengan agenda dari pemerintah.
Stadion Letjend Soedriman (SLS) Bojonegoro berpotensi kembali menjadi tuan rumah untuk 28 besar mendatang. Selain layak, SLS juga berhasil menjadi tuan rumah babak penyisihan Grup N. (irv/msu)
Hanya Kemas Dua Poin, BFC Kandas
Nasib Bojonegoro FC (BFC) tidak seindah saudara tuanya Persibo Bojonegoro. BFC hanya mampu mengakhiri babak 54 besar dengan menduduki dasar klasemen Grup K dan meraih dua poin dari enam pertandingan.
Pada laga terakhir Grup K Liga 3 Jatim, Laskar Rajekwesi dibantai tuan rumah Persemag Magetan 1-4 di Stadion Yosonegoro kemarin (17/12). Kondisi fisik pemain menjadi alasan BFC tak berdaya.
Asisten Pelatih BFC Hadi Purwanto mengatakan, hasil pertandingan di Grup K hanya seri dua kali dan kalah empat kali alias tidak pernah memang. Sehingga, hanya mampu finis di posisi ke empat klasemen dengan perolehan dua poin.
Bruno, sapaan akrabnya, mengaku pemain tak bisa bermain maksimal selama gelaran Liga 3 Jatim. Pemain kelelahan mengikuti Piala Bupati, terlebih jadwal berdampingan dengan pertandingan Liga 3. ’’Sehingga pemain kurang beristirahat,” jelasnya.
Menurut Bruno, BFC musim ini diperkuat pemain-pemain muda dan tidak menggunakan slot pemain senior. Sehingga, belum bisa bersaing maksimal dengan tim lain. ’’BFC didominasi pemain kelahiran 2004 dan 2005,” ujarnya.
Bruno menambahkan, walau tak lolos ke babak selanjutnya, pemain BFC akan terus dipantau dan diagendakan latihan. Tentu untuk pembinaan agar mampu tampil lebih baik dan siap di Liga 3 berikutnya. ’’Benar-benar mencari pemain muda berbakat dan potensial,” jelasnya.
Di klasemen Grup K, Persemag Magetan dan Persepon Ponorogo lolos ke babak selanjutnya. Sedangkan, Perspa Pacitan dan BFC tidak lolos. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari