RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lancarnya Turnamen Bahlil Mini Soccer di 11 zona dan babak grand champions mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Secara khusus, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi itu mengakui bahwa dia suka dengan sepak bola sejak belia.
Dia menyebut bahwa olahraga sepak bola dan mini soccer memiliki filosofi sederhana. Namun, terdapat banyak manfaat yang terdapat di dalamnya. Seperti aspek kesehatan, militansi antarpemain, dan kerja sama sehingga menghasilkan pertarungan yang fair.
“Sama seperti dengan bermain bola, politik itu fair-fair saja. Menang ya menang, kalau kalah ya sudah, kalah,” kata dia. Dia menyebut, apabila gagal meraih kemenangan, maka seseorang perlu menunggu pertandingan berikutnya untuk bisa tampil merebut kemenangan.
Dari filosofi itu, Bahlil meminta kader-kadernya bisa belajar. Dia menyebut bahwa keberadaan turnamen mini soccer bisa menjadi pelajaran berharga untuk para sosok yang lebih tua. Mengingat dalam berpolitik, terkadang sosok senior kerap melakukan manuver yang tidak sportif.
“Kalau ternyata para senior yang berpolitik tidak sportif, biarkanlah adik-adik kita yang mengajari sportif lewat permainan olahraga mini soccer,” tambahnya. Menurut Bahlil, antusiasme peserta dalam turnamen mini soccer yang digelar DPD Partai Golkar Jatim tersebut cukup tinggi.
Baca Juga: Hanya Kebobolan 1 Gol di Tiga Laga, Smagabo Lolos Final Grand Champions Bahlil Mini Soccer
Total ada 176 tim yang berpartisipasi di 11 zona di Jawa Timur. Total jumlah pemain, pelatih, dan ofisial mencapai 2.600-an. Angka-angka itu melahirkan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia). Tercatat dalam piagam penghargaan bernomor: 12.979/R.MURI/X/2026.
Penyerahan piagam penghargaan tersebut diterima oleh Bahlil, yang langsung diberikan kepada Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi. Rekor MURI itu menjadi salah satu kado dalam perayaan HUT Partai Golkar ke-62 yang diperingati pada hari ini (20/10).
Apresiasi khusus juga disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang turut hadir jelang partai final babak grand champions Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak. Dia melihat antusiasme mini soccer yang tinggi dari generasi Z.
Menurut dia, olahraga tersebut menunjukkan banyak sisi positif. Seperti kerja sama meraih kemenangan dan visi dan misi untuk dapat mencetak gol. “Mereka (peserta) memiliki semangat pantang menyerah seperti yang ditunjukkan oleh Ketua Umum Partai Golkar (Bahlil Lahadalia),” ujarnya.
Dia juga mengapresiasi Partai Golkar karena mampu mewadahi spirit generasi muda melalui turnamen mini soccer. Terlebih karena gelaran puncak turnamen itu dihelat di Kota Surabaya. Daerah yang dikenal sebagai tempat berkembangnya sepak bola dan berbagai macam cabang olahraga.
Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak babak grand champions sendiri dimenangkan SMAN 3 Bojonegoro. Mereka mengungguli 11 tim lainnya yang ikut bersaing di babak pemungkas. Persaingan sejak awal memang berjalan ketat. Itu wajar karena 12 tim yang berlaga merupakan juara dari 11 zona.
Tercatat ada 45 gol yang tercipta dari 12 pertandingan di babak penyisihan grup. Termasuk gol terbanyak dalam satu laga yang ditorehkan SMAN Ngoro saat melawan SMAN Manyar. Saat itu SMAN Ngoro unggul dengan skor 8-1.
Baca Juga: Grand Champions Bahlil Mini Soccer: SMAN 3 Bojonegoro dan SMAN Ngoro Jombang Tembus Partai Final
Persaingan ketat terlihat di babak semifinal. Setiap tim hanya mampu mencetak rata-rata dua gol dalam fase tersebut. Pada fase tersebut SMAN Ngoro berhadapan dengan SMA Muhammadiyah 10. Sedangkan SMAN 3 Bojonegoro menghadapi SMAN 1 Tumpang.
Pertandingan final tidak kalah seru. Tujuh gol tersaji ketika SMAN 3 Bojonegoro berhasil menang atas SMAN Ngoro dengan skor 5-2. Tim yang akrab disebut Smagabo itu mampu comeback setelah sempat tertinggal 0-2 di pertengahan babak pertama.
M. Qoyyum Abidin, Kapten SMAN 3 Bojonegoro diganjar dengan predikat best player babak grand champions Bahlil Mini Soccer. Dia mengaku tidak menyangka bisa mendapatkan gelar tersebut. Itu lantaran, pemain belakang SMAN 3 Bojonegoro tersebut melihat rekan setim dan pemain lain juga menunjukkan performa apik.
Menurut dia, salah satu alasan dirinya bisa tampil konsisten adalah mampu memanajemen fisik. Dia mengaku sudah bersiap untuk bertanding empat kali dalam waktu satu hari. “Saya hanya perlu menjaga kondisi saya tetap fit. Saat jeda, saya buat untuk istirahat dan merilekskan tubuh,” tutur siswa kelas 12 itu. (zan/by)
Editor : Bhagas Dani Purwoko