Rekor Tak Terkalahkan Persela Putus! RANS Nusantara Menang Dramatis

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:44 WIB
Perebutan bola pemain Persela dengan Rans Nusantara. (I.LEAGUE)
Perebutan bola pemain Persela dengan Rans Nusantara. (I.LEAGUE)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rekor tak terkalahkan Persela Lamongan di Pegadaian Championship 2026/2027 akhirnya terhenti. Bertandang ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (17/10), Laskar Joko Tingkir harus mengakui keunggulan RANS Nusantara FC dengan skor tipis 0-1.

Gol Aqsa Aqyuba pada menit ke-82 menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Hasil ini bukan hanya memberikan tiga poin bagi RANS Nusantara FC, tetapi juga memastikan Persela merasakan kekalahan perdana setelah melewati pertandingan-pertandingan sebelumnya tanpa kekalahan.

Sebaliknya, kemenangan ini memperpanjang tren positif RANS Nusantara FC menjadi tiga kemenangan beruntun di Pegadaian Championship 2026/2027. Hasil tersebut sekaligus mengangkat tim berjuluk The Phoenix itu ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup B.

Baca Juga: Gol Menit ke-90 Hancurkan Harapan Persija! Persita Akhiri Rekor Sempurna Macan Kemayoran

Pertandingan sebenarnya berjalan cukup menjanjikan bagi Persela pada awal babak pertama. Namun, situasi berubah ketika Hambali Tholib menerima kartu merah pada menit ke-32. Bermain dengan 10 pemain membuat Laskar Joko Tingkir harus bekerja lebih keras untuk meredam tekanan tuan rumah.

Meski kalah jumlah pemain, Persela tetap menunjukkan perlawanan sengit. RANS Nusantara yang unggul jumlah pemain justru kesulitan menembus pertahanan lawan dan baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-82 melalui Aqsa Aqyuba.

Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Persela yang telah berjuang mempertahankan kedudukan selama sebagian besar pertandingan. Sebaliknya, RANS berhasil memanfaatkan momentum pada fase akhir laga untuk mengamankan kemenangan.

Baca Juga: SMAN 3 Bojonegoro Lolos Semi Final Usai Hajar SMAN 1 Manyar, Gresik

Bima Sakti Akui Kartu Merah Hambali Berpengaruh Besar

Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, tidak menutupi kekecewaannya setelah timnya kehilangan rekor tak terkalahkan. Ia menilai persiapan tim sebenarnya telah dilakukan dengan baik, tetapi kartu merah Hambali Tholib memberikan pengaruh besar terhadap performa anak asuhnya.

“Sebenarnya kami sudah mempersiapkan pertandingan dengan baik, tapi dengan keluarnya Hambali memang sangat berpengaruh terhadap performa tim,” kata Bima Sakti.

Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Persela harus kehilangan poin setelah berusaha bertahan dengan kondisi yang tidak ideal. Meski demikian, Bima meminta para pemainnya tidak larut dalam kekecewaan.

Ia ingin hasil di Kanjuruhan menjadi bahan evaluasi agar Persela bisa segera bangkit dan kembali meraih hasil positif pada pertandingan berikutnya.

“Saya pikir ini menjadi pembelajaran, kemudian menjadi evaluasi buat kami,” paparnya.

Bagi Persela, kekalahan perdana ini menjadi pengingat bahwa konsistensi dan kemampuan menghadapi situasi sulit akan sangat menentukan perjalanan mereka sepanjang kompetisi.

Baca Juga: Persija Jakarta Sapu Bersih Empat Laga, Fabio Calonego Incar Kemenangan Kelima

RANS Nusantara Menang Lagi, Kas Hartadi Tak Persoalkan Gol Telat

Di kubu seberang, pelatih RANS Nusantara FC, Kas Hartadi, menyambut positif kemenangan yang diraih timnya. Meski gol penentu baru tercipta pada menit ke-82, ia menilai hal terpenting adalah keberhasilan tim mengamankan tiga poin.

RANS memang kembali menunjukkan kecenderungan terlambat mencetak gol. Padahal, mereka sudah unggul jumlah pemain sejak Hambali Tholib diusir wasit pada menit ke-32.

Kas mengakui timnya tentu ingin mencetak gol sejak awal pertandingan. Namun, ia tidak ingin terlalu mempermasalahkan waktu terciptanya gol selama tim mampu mengakhiri laga dengan kemenangan.

Baca Juga: Persibo Kalah Lawan Persela dan Persekabpas, Manajemen Sebut Matangkan Skuad

“Sebetulnya kami juga ingin mencetak gol sejak menit pertama, ya tapi itulah sepak bola. Yang penting menang dan mendapatkan tiga poin,” tuturnya.

Kemenangan atas Persela memperlihatkan efektivitas RANS dalam menjaga momentum positif. Tiga kemenangan beruntun menjadi modal penting bagi tim untuk terus bersaing di papan atas Grup B Pegadaian Championship 2026/2027.

Meski demikian, Kas menegaskan para pemain tidak boleh cepat berpuas diri. Kerja keras dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama yang harus dijaga untuk menghadapi pertandingan selanjutnya.

“Tetap semua saya instruksikan kita harus kerja keras. Pemain bola itu harus kerja keras dan kebersamaan harus dijaga,” jelasnya.

Hasil di Stadion Kanjuruhan pun menghadirkan dua cerita berbeda. Persela harus menerima kenyataan pahit kehilangan rekor tak terkalahkan, sementara RANS Nusantara FC semakin percaya diri setelah mencatatkan tiga kemenangan beruntun.

Bagi kedua tim, pertandingan berikutnya akan menjadi ujian penting. Persela dituntut segera bangkit, sedangkan RANS berpeluang melanjutkan tren positif demi menjaga persaingan di papan atas klasemen. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
RANS Nusantara Pegadaian Championship persela laskar joko tingkir