3 Poin Inti Evaluasi Timnas Indonesia:
-
Modal Poin di Klasemen Grup A: Indonesia mengumpulkan 4 poin dari kemenangan 2-0 atas Singapura dan hasil imbang 0-0 melawan Malaysia, menempati urutan kedua di bawah Malaysia yang unggul selisih gol.
-
Ujian Berat Bertahan dengan 10 Pemain: Setelah menang lewat gol Ragnar Oratmangoen dan penalti Ole Romeny di laga perdana, Garuda harus berjuang ekstra keras menahan Malaysia usai Thom Haye diganjar kartu merah pada menit ke-37 via tinjauan VAR.
-
Tiga Evaluasi Taktis Jelang Laga Ketiga: Pelatih John Herdman memiliki tiga pekerjaan rumah utama yang harus dibenahi sebelum bersua Bangladesh, yakni penyelesaian akhir, variasi serangan, dan kedisiplinan pemain.
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Timnas Indonesia sukses mengamankan empat poin dari dua laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 usai menaklukkan Singapura 2-0 dan menahan imbang Malaysia 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Hasil ini menempatkan skuad Garuda di posisi kedua klasemen sementara Grup A, membuntuti Malaysia yang berada di puncak berkat keunggulan selisih gol. Kendati memiliki modal berharga untuk melangkah ke babak berikutnya, permainan tim besutan John Herdman masih menyisakan sejumlah catatan evaluasi penting jelang laga ketiga melawan Bangladesh pada Rabu (1/10/2026).
Perjalanan skuad Garuda di fase grup diawali dengan hasil manis saat menumbangkan Singapura dua gol tanpa balas di SUGBK pada Jumat (25/9/2026). Gol pembuka Indonesia lahir dari aksi Ragnar Oratmangoen yang memanfaatkan umpan matang Luke Vickery, disusul eksekusi penalti tenang dari Ole Romeny yang menggandakan keunggulan.
Namun, ujian sesungguhnya datang tiga hari kemudian saat Indonesia menjamu rival bebuyutan, Malaysia, pada Senin (28/9/2026). Laga panas di hadapan sekitar 56 ribu penonton yang memadati SUGBK tersebut berakhir kacamata 0-0.
Indonesia bahkan harus memutar otak dan menguras tenaga lebih besar setelah Thom Haye diusir keluar lapangan oleh wasit pada menit ke-37 menyusul peninjauan Video Assistant Referee (VAR). Bermain dengan 10 orang memaksa Indonesia lebih banyak bertahan demi mengamankan satu poin berharga.
Baca Juga: Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Main 25 September, Siaran Langsung di Mana?
Dari dua penampilan awal tersebut, ada tiga aspek utama yang menjadi fokus perbaikan bagi pelatih John Herdman:
1. Penyelesaian Akhir Masih Belum Maksimal
Meski sanggup menciptakan serangkaian peluang emas saat membekuk Singapura, efektivitas di depan gawang lawan masih perlu dipoles. Skuad Garuda gagal menambah pundi-pundi gol usai mencetak gol kedua, padahal celah tembak cukup terbuka. Ketajaman mengkonversi peluang sekecil apa pun menjadi kunci vital ketika menghadapi tim yang menerapkan pertahanan rapat.
2. Variasi Serangan Perlu Lebih Kaya
Kreativitas permainan Indonesia sempat mengalir lancar saat melawan Singapura. Namun, opsi serangan terlihat buntu ketika Malaysia memberikan tekanan tinggi, terlebih usai Indonesia kehilangan Thom Haye di lini tengah. Garuda membutuhkan variasi alur serangan yang lebih beragam agar skema permainan tidak mudah terbaca atau kehilangan momentum saat lawan bermain bertahan dalam.
3. Kedisiplinan Pemain Menjadi Kunci
Insiden kartu merah Thom Haye menjadi pelajaran mahal agar kedisiplinan di lapangan tetap terjaga. Bermain dengan 10 pemain selama lebih dari separuh pertandingan jelas menambah beban fisik dan taktis pasukan Garuda. Menjaga emosi dan menghindari pelanggaran yang berpotensi ditinjau VAR akan sangat menentukan stabilitas tim di laga-laga selanjutnya.
Pertandingan melawan Bangladesh pada Rabu (1/10/2026) menjadi kesempatan emas bagi John Herdman untuk meracik ulang formula terbaiknya. Kemenangan atas Bangladesh bukan hanya memperbesar peluang lolos ke fase gugur, tetapi juga menjadi momen pembuktian bahwa kualitas permainan Timnas Indonesia semakin matang dengan dukungan penuh puluhan ribu suporter setia di SUGBK. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko