Pelatih Hyundai Hillstate Rombak Total Taktik: Duet Megawati & Jordan Wilson Jadi Senjata Rahasia

Bhagas Dani Purwoko • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:34 WIB
Megawati Hangestri
Megawati Hangestri

 3 Poin Inti Artikel:

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hyundai Hillstate tengah melakukan perombakan taktik besar-besaran untuk menyambut musim baru V-League. Ditinggal pensiun oleh sang legenda middle blocker, Yang Hyo-jin, Pelatih Kang Sung-hyung dengan berani mengubah DNA permainan tim dari yang awalnya mendominasi serangan tengah menjadi eksploitasi serangan sayap yang agresif.

Strategi revolusioner ini menjadikan dua rekrutan anyar mereka, yakni bintang voli kebanggaan Indonesia Megawati Pertiwi (Opposite Spiker) dan Jordan Wilson (Outside Hitter), sebagai ujung tombak utama untuk memastikan panji kebesaran Hyundai Hillstate tetap berkibar di jalur juara.

Bagi kamu yang mengikuti perjalanan V-League, Hyundai Hillstate selalu diklasifikasikan sebagai tim raksasa yang konsisten menantang gelar juara. Di balik kesuksesan mengubah tim yang sempat berada di dasar klasemen pada musim 2020/2021 menjadi tim dengan rekor kemenangan tertinggi (90%) di musim berikutnya, ada sosok dingin bertangan dingin: Pelatih Kang Sung-hyung.

Menjelang bergulirnya musim baru yang tinggal hitungan hari, Pelatih Kang yang ditemui di fasilitas latihan tim di Yongin, membagikan isi kepalanya mengenai tantangan terberat yang sedang ia hadapi. Pensiunnya Yang Hyo-jin memaksa tim dan pelatih menempuh jalan yang belum pernah mereka lewati sebelumnya.

"Tahun lalu kami juga menyebutnya sulit, tetapi kami berhasil melewati rintangan dan finis di posisi kedua klasemen reguler. Tahun ini situasinya tak kalah sulit, tapi kami akan mencoba menantang (gelar) lagi," ujar Pelatih Kang. "Ada banyak perubahan, tapi jika rencana yang kami susun berjalan mulus, kami sangat mampu untuk menantang gelar juara."

Pelatih berusia 56 tahun ini secara terbuka mengakui kecemasannya. "Hyo-jin mengambil peran yang sangat besar di tim, dan dengan menurunnya postur (ketinggian) tim kita saat ini, saya tentu merasa khawatir. Namun, sekarang kami akan mencoba permainan voli yang lebih banyak mendulang poin dari sisi samping," ungkapnya menegaskan peran baru yang akan diemban Megawati dan Wilson.

Baca Juga: Megawati Hangestri, Smash Petir dan Tinggi Badan yang Menjulang Jadi Senjata Baru Hyundai Hillstate

Meski harus membangun ulang tim, sang pelatih mengaku sangat antusias. "Meski ada kesulitan karena pergantian pemain, di sisi lain ada rasa antusias melihat gaya permainan voli yang berbeda." Ia berambisi menyuguhkan permainan yang lebih menyerang untuk menghibur penggemar, sekaligus menebus luka gagal di babak playoff selama dua musim beruntun. "Pemain harus merasakan pengalaman dan berkembang melalui laga final (championship), sungguh sangat disayangkan kami tidak bisa mencapainya kemarin. Kali ini, kami akan berusaha lebih keras untuk melampaui pencapaian sebelumnya."

Masa Depan Voli Korea dan Sikap Terbuka Pelatih Kang

Perhatian Pelatih Kang tidak hanya tercurah untuk klubnya. Sebagai mantan asisten pelatih timnas putri Korea pada 2019, ia menaruh harapan besar pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hyundai Hillstate sendiri menyumbang tiga nama ke timnas: Lee Ye-rim, Kim Da-in, dan Na Hyun-soo.

"Voli adalah pertarungan momentum, jadi memenangkan turnamen apa pun untuk membalikkan suasana adalah hal yang sangat bagus," nilainya mengenai performa timnas.

Secara blak-blakan, Pelatih Kang menjadikan kesuksesan Timnas Thailand, yang sukses menembus Olimpiade untuk pertama kalinya setelah menjuarai Kejuaraan Asia, sebagai tamparan keras bagi voli Korea. "Saya iri melihat pemain-pemain baru bermunculan, pergi ke luar negeri untuk berkembang, lalu kembali dan bersinar di timnas. Kita (Korea) juga harus menciptakan atmosfer di mana para pemain bisa berkembang seperti itu."

Untuk membuktikan ucapannya, Pelatih Kang mengambil inisiatif mandiri dengan merekrut jajaran pelatih asal Jepang ke dalam klubnya. Ia meyakini bahwa, "Voli Korea tidak bisa terus-terusan menjadi katak dalam tempurung."

"Meskipun bukan pelatih timnas, saya merasa harus memikirkan dan meneliti bagaimana cara mengembangkan voli Korea. Jika memang diperlukan, saya akan secara aktif mengadopsi hal-hal baru untuk membesarkan kemampuan pemain-pemainmu dan mencetak prestasi yang pantas disandang oleh tim papan atas," pungkasnya. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
hyundai hillstate jordan wilson Pelatih korea megawati