Larangan Suporter Tandang Dicabut, Super Elja Pede Tatap Laga Perdana ke Bali

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:50 WIB
Brigata Curva Sud, salah satu basis fans PSS Sleman. (X @BCSXPSS_1978)
Brigata Curva Sud, salah satu basis fans PSS Sleman. (X @BCSXPSS_1978)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Larangan kehadiran suporter tim tamu yang membayangi kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional selama beberapa musim terakhir resmi dicabut. PSS Sleman menjadi salah satu klub yang langsung merasakan dampaknya di laga perdana BRI Super League 2026/27, saat Super Elang Jawa bertandang ke markas Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9).

Kebijakan baru ini membuka kembali ruang bagi Brigata Curva Sud—kelompok suporter militan PSS yang akrab disapa Super Elja—untuk mengawal langsung perjalanan tim ke luar Yogyakarta. Setelah beberapa musim tribun tamu sepi karena pembatasan keamanan, laga di Gianyar nanti berpotensi menghadirkan kembali warna kuning hijau yang selama ini identik dengan gaya dukungan khas Sleman: nyanyian tanpa henti, koreografi rapi, hingga militansi mengiringi tim hingga peluit akhir.

Baca Juga: Ngeri! Gelandang Kosta Rika, Pilih Tantangan Baru Bersama Bhayangkara FC

Modal Psikologis di Kandang Lawan

Asisten Pelatih PSS Sleman, Demerson Bruno, menyambut positif kembalinya akses tribun tandang. Baginya, faktor suporter bukan sekadar pelengkap suasana pertandingan, melainkan variabel yang ikut memengaruhi performa tim ketika bermain jauh dari kandang sendiri.

Demerson mengungkapkan bahwa dukungan terhadap PSS kini merata di berbagai daerah, sehingga di setiap laga tandang selalu ada rombongan suporter yang datang mengiringi skuadnya. Ia menyebut kondisi itu memberi kebahagiaan tersendiri bagi tim.

"Sekarang, dukungan untuk PSS ada di mana-mana. Di mana pun kami bermain, pasti ada banyak suporter yang datang. Tentu tim sangat senang kalau mereka bisa hadir bersama kami,” ungkap Demerson.

Faktor psikologis ini menjadi krusial mengingat karakter laga tandang di sepak bola Indonesia yang identik dengan tekanan suporter tuan rumah. Dalam situasi tribun mayoritas berpihak pada tim lawan, suara dari kantong suporter tamu kerap menjadi penyeimbang, sekaligus penanda bahwa tim tidak benar-benar sendirian di kandang orang.

Demerson bahkan menyematkan status "pemain ke-12" kepada Super Elja, sebuah istilah yang lazim dipakai dalam sepak bola untuk menggambarkan pengaruh signifikan suporter terhadap performa tim di lapangan. Ia menegaskan komitmen skuad PSS untuk tampil maksimal sebagai balasan atas dukungan yang diberikan.

"Jadi, ketika mereka datang memberikan support kepada kami, tentu tim juga senang sekali. Kami akan berjuang dan bermain spartan untuk mereka,” imbuhnya.

Baca Juga: Persibo Bojonegoro U-17 Hadapi Inter Kediri U-17 di Lamongan

Ketentuan Ketat Menyertai Kelonggaran

Meski kembali dibuka, kehadiran suporter tandang musim ini tidak lantas tanpa syarat. Regulasi kompetisi tetap mensyaratkan sejumlah ketentuan teknis, mulai dari aspek keselamatan, pengamanan, hingga penilaian karakter risiko masing-masing pertandingan—mengacu pada rekam jejak rivalitas dan histori keamanan laga sebelumnya.

Skema ini menempatkan tanggung jawab besar di pundak Super Elja untuk menjaga ketertiban sepanjang perjalanan mendukung tim, mengingat keberlangsungan akses tandang ke depan sangat bergantung pada rekam jejak kondusif di setiap kota yang disinggahi.

Laga Pembuka yang Penuh Simbol

Bagi PSS, duel kontra Bali United bukan sekadar pertandingan pembuka musim. Laga ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa basis suporter Sleman tetap solid meski absen beberapa musim dari kompetisi elite, sekaligus menjadi uji coba pertama penerapan aturan suporter tandang di era baru kompetisi.

Jika berjalan lancar, format ini berpotensi menjadi preseden positif bagi hubungan klub dan suporter di sepanjang musim—sekaligus mengembalikan salah satu elemen paling khas dari identitas PSS Sleman: pendukung yang selalu hadir, ke mana pun tim berlaga. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
brigata curva sud Bali United super elja Super League pss sleman