RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Ferran Torres belum mencetak satu gol pun bersama Timnas Spanyol hingga berakhirnya fase grup Piala Dunia 2026. Padahal, penyerang Barcelona itu berkali-kali berada di posisi ideal untuk membobol gawang lawan.
Statistik menunjukkan Torres sebenarnya mampu menghasilkan peluang berkualitas, tetapi penyelesaian akhirnya masih jauh dari kata efektif.
Masalah efektivitas lini depan bahkan menjadi salah satu perhatian utama Spanyol menjelang babak 32 besar. Meski mendominasi penguasaan bola dan belum kebobolan di fase grup, La Roja dinilai masih perlu meningkatkan ketajaman di depan gawang.
Baca Juga: 3 Pemain Belanda Jadi Korban Rasis usai Gagal Penalti, Federasi Resmi Lapor ke Polisi
Rajin Masuk Kotak Penalti, Tetapi Belum Membuahkan Gol
Sekilas, statistik Ferran Torres di Piala Dunia memang tampak mengecewakan. Dari tiga pertandingan, pemain berusia 26 tahun itu belum mampu menyumbang gol maupun assist.
Namun, angka-angka dari FootyStats justru memperlihatkan cerita yang berbeda.
Torres hanya bermain selama 139 menit, dengan dua kali tampil sebagai pemain pengganti dan sekali menjadi starter. Meski menit bermainnya terbatas, ia sudah melepaskan tujuh tembakan, atau setara 4,53 tembakan per 90 menit. Angka tersebut menempatkannya pada persentil ke-99, menunjukkan Torres sangat aktif mencari ruang tembak.
Bahkan, ia juga mencatat 1,29 tembakan tepat sasaran per 90 menit, sebuah indikator bahwa ia mampu menempatkan diri di area berbahaya.
Artinya, persoalan Ferran Torres bukan terletak pada kemampuannya menemukan peluang.
xG Tinggi, Finishing Masih Belum Klinis
Indikator yang paling menarik justru datang dari statistik expected goals (xG).
Torres mengoleksi 0,53 xG hanya dalam 139 menit bermain, atau sekitar 0,34 xG per 90 menit. Nilai tersebut berada pada persentil ke-85, menandakan peluang yang ia dapatkan tergolong berkualitas.
Dalam bahasa sederhana, posisi dan jenis peluang yang diperoleh Ferran Torres sebenarnya cukup layak untuk menghasilkan gol.
Masalahnya, seluruh peluang itu gagal dikonversi.
Sebagai penonton, kondisi ini cukup terlihat sepanjang fase grup. Torres beberapa kali berada dalam posisi ideal untuk mencetak gol, tetapi penyelesaian akhirnya belum maksimal. Ada peluang yang melambung di atas mistar, ada yang melebar dari sasaran, bahkan satu upayanya hanya membentur tiang gawang.
Baca Juga: Samsul Arif, Pelatih Persibo U-17: Mengawali Karir Selalu Berawal dari Persibo
Kondisi tersebut selaras dengan perhatian yang muncul setelah laga pembuka Spanyol. Torres sempat memperoleh peluang emas dan mengenai mistar, tetapi gagal memecah kebuntuan saat menghadapi Tanjung Verde.
Volume Tembakan Tinggi, Akurasi Masih Perlu Ditingkatkan
Data FootyStats juga menunjukkan kontras lain dalam performa Ferran Torres.
Dari tujuh percobaan, hanya dua yang mengarah tepat ke gawang. Sisanya lima tembakan meleset.
Akurasinya berada di angka 28,57 persen, sementara tingkat konversi golnya masih 0 persen.
Menariknya lagi, Torres sudah dua kali membentur tiang gawang, sebuah indikator bahwa ia sebenarnya sangat dekat dengan gol.
Fenomena seperti ini sering dialami penyerang yang sedang kehilangan sentuhan akhir. Mereka tetap mampu membaca ruang, bergerak tanpa bola, dan melepaskan tembakan, tetapi keputusan sepersekian detik saat penyelesaian akhir belum berjalan sempurna.
Performa Klub dan Timnas Bertolak Belakang
Ketajaman Ferran Torres di Piala Dunia juga berbanding terbalik dengan performanya bersama Barcelona musim lalu.
Di La Liga, ia mencetak 16 gol dan dua assist. Rata-rata kontribusinya mencapai 0,82 gol atau assist per 90 menit, berada di persentil ke-98.
Ia juga membukukan 0,70 gol per 90 menit dengan nilai xG yang hampir identik, memperlihatkan bahwa selama kompetisi domestik ia mampu mengonversi peluang sesuai ekspektasi.
Perbedaan itu memperlihatkan bahwa persoalan Torres di Piala Dunia kemungkinan lebih bersifat situasional daripada penurunan kualitas individu.
Baca Juga: Petar Sucic Takjub, Sebut Luka Modric Bermain Seperti Pemain Berusia 20 Tahun
Masih Jadi Opsi Penting Luis de la Fuente
Meski belum mencetak gol, Ferran Torres tetap memiliki nilai penting dalam sistem permainan Spanyol.
Mobilitasnya tanpa bola, kemampuan membuka ruang, dan intensitas menekan lawan membuatnya tetap menjadi opsi yang berguna di lini depan. Hal itu pula yang membuat pelatih Luis de la Fuente masih terus memberinya kesempatan bermain.
Apalagi, Spanyol memasuki fase gugur dengan catatan impresif: belum terkalahkan dalam 34 pertandingan dan belum kebobolan sepanjang fase grup. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir saat menghadapi lawan-lawan yang diperkirakan akan bermain lebih bertahan.
Jika Ferran Torres mampu mengubah peluang menjadi gol, lini serang La Roja berpotensi menjadi jauh lebih berbahaya. Sebab sejauh ini, masalahnya bukan pada kemampuan menciptakan peluang, melainkan bagaimana menyelesaikannya dengan lebih klinis di depan gawang. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari