Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Peluang Menang Prancis vs Swedia: Les Bleus Difavoritkan, Dembélé Buktikan Tak Hanya Bergantung pada Mbappé

Hakam Alghivari • Selasa, 30 Juni 2026 | 19:38 WIB
Peluang menang Prancis vs Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) dini hari. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Peluang menang Prancis vs Swedia di babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) dini hari. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Prancis menjadi tim yang lebih diunggulkan saat menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) kick-off 04.00 WIB. Bagaimana peluang menang Prancis di babak 32 besar ini?

Les Bleus-julukan Prancis tampil konsisten sepanjang fase grup dengan menyapu bersih tiga kemenangan, sedangkan Swedia harus berjuang hingga laga terakhir untuk memastikan tiket ke fase gugur. Meski demikian, sejarah menunjukkan Swedia bukan lawan yang mudah bagi Prancis di turnamen besar.

Pemenang pertandingan ini juga berpeluang menatap jalan yang lebih terbuka menuju perempat final. Di babak 16 besar, mereka sudah ditunggu Paraguay yang sebelumnya tampil sebagai salah satu kejutan pada turnamen kali ini.

Baca Juga: Peluang Menang Pantai Gading vs Norwegia: Haaland Tantang Benteng Afrika, Pemenang Ditunggu Brasil di 16 Besar

Prancis Datang dengan Modal Sempurna

Prancis kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2026. Finalis edisi 2022 sekaligus juara dunia 2018 itu melangkah mulus ke babak gugur setelah mengalahkan Senegal, Irak, dan Norwegia di fase grup.

Tidak hanya meraih hasil sempurna, Les Bleus juga menunjukkan kualitas permainan yang konsisten. Lini depan tampil produktif, sementara organisasi permainan tetap terjaga sepanjang tiga pertandingan.

Kemenangan telak 4-1 atas Norwegia pada laga terakhir memang sedikit sulit dijadikan tolok ukur karena kedua tim sudah memastikan lolos dan Norwegia menurunkan banyak pemain pelapis. Namun, performa Prancis tetap memperlihatkan bahwa mereka belum menunjukkan celah berarti yang bisa dimanfaatkan lawan.

Kondisi itu membuat skuad asuhan Didier Deschamps datang dengan kepercayaan diri tinggi menghadapi Swedia.

Baca Juga: Messi Cetak Rekor Bersejarah! Jadi Pemain Pertama yang Selalu Mencetak Gol dalam 7 Laga Piala Dunia Beruntun

Dembélé Tegaskan Prancis Tidak Hanya Mengandalkan Mbappé

Selama beberapa tahun terakhir, nama Kylian Mbappé selalu menjadi pusat perhatian setiap kali Prancis berlaga. Namun, Piala Dunia kali ini menunjukkan bahwa Les Bleus memiliki banyak senjata di lini depan.

Ousmane Dembélé tampil luar biasa saat menghadapi Norwegia dengan mencetak hattrick pada babak pertama. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa Prancis tidak lagi bergantung pada ketajaman Mbappé seorang.

Selain kedua pemain itu, Didier Deschamps juga masih memiliki sejumlah opsi berkualitas seperti Bradley Barcola, Michael Olise, hingga Désiré Doué yang siap memberikan variasi serangan dari berbagai sisi lapangan.

Kedalaman skuad inilah yang menjadi salah satu keunggulan terbesar Prancis dibanding banyak tim peserta lainnya.

Swedia Lolos dengan Perjuangan Berat

Berbeda dengan Prancis, perjalanan Swedia menuju babak gugur tidak berlangsung mulus.

Mereka membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Tunisia. Namun, performa tersebut langsung merosot setelah dibantai Belanda dengan skor identik 1-5 pada pertandingan berikutnya.

Swedia akhirnya mengamankan satu tempat di babak 32 besar setelah bermain imbang 1-1 melawan Jepang. Hasil itu cukup membawa mereka lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Perjalanan yang naik turun tersebut membuat Swedia datang dengan status underdog saat menghadapi Prancis.

Meski demikian, tim besutan Graham Potter tetap memiliki modal untuk memberikan perlawanan.

Baca Juga: Prediksi Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Lionel Messi dan Lautaro Martinez Siap Pimpin Albiceleste

Rekor Turnamen Besar Berpihak kepada Swedia

Meski Prancis lebih unggul dalam rekor pertemuan secara keseluruhan, sejarah justru menghadirkan catatan menarik ketika kedua negara bertemu di putaran final turnamen besar.

Pada Piala Eropa 1992, kedua tim bermain imbang 1-1. Saat kembali bertemu di Euro 2012, Swedia sukses menaklukkan Prancis dengan skor 2-0.

Artinya, Les Bleus belum pernah mengalahkan Swedia ketika bertemu di putaran final turnamen mayor.

Meski demikian, pertemuan terakhir kedua tim di UEFA Nations League 2020 memberikan hasil berbeda. Prancis berhasil memenangi dua pertandingan, masing-masing dengan skor 1-0 di Stockholm dan 4-2 di Paris.

Catatan itu menjadi sinyal bahwa kekuatan Prancis saat ini jauh lebih matang dibanding beberapa tahun lalu.

Elanga dan Gyökeres Jadi Harapan Swedia

Di tengah dominasi Prancis, Swedia tetap memiliki pemain yang berpotensi menciptakan kejutan.

Anthony Elanga menjadi salah satu pemain paling konsisten sepanjang fase grup. Winger Newcastle United itu mencetak gol dalam dua pertandingan, termasuk gol penyeimbang ke gawang Jepang yang memastikan langkah Swedia ke babak gugur.

Sementara itu, Viktor Gyökeres tetap menjadi tumpuan utama di lini depan berkat kemampuan membuka ruang dan penyelesaian akhirnya.

Namun, Swedia harus menghadapi masalah di sektor pertahanan setelah bek Isak Hien mengalami cedera hamstring yang membuatnya dipastikan absen hingga akhir turnamen.

Baca Juga: Petar Sucic Takjub, Sebut Luka Modric Bermain Seperti Pemain Berusia 20 Tahun

Absennya Hien diperkirakan memaksa Victor Lindelöf kembali mengisi posisi bek tengah, sementara lini tengah kemungkinan akan ditempati Lucas Bergvall. Perubahan komposisi tersebut bisa memengaruhi keseimbangan permainan Swedia saat menghadapi agresivitas lini serang Prancis.

Prancis Lebih Berpeluang, tetapi Swedia Tidak Bisa Diremehkan

Jika melihat performa sepanjang fase grup, Prancis memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Les Bleus tampil lebih konsisten, memiliki kedalaman skuad yang merata, serta tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada Kylian Mbappé. Kebangkitan Ousmane Dembélé sebagai mesin gol baru membuat variasi serangan Prancis semakin sulit diprediksi.

Di sisi lain, Swedia tetap memiliki peluang apabila mampu memanfaatkan kecepatan Anthony Elanga dalam skema serangan balik dan menjaga disiplin pertahanan sepanjang pertandingan.

Namun, dengan kualitas individu, pengalaman di turnamen besar, serta performa yang lebih stabil sejak fase grup, Prancis layak menyandang status favorit untuk melangkah ke babak 16 besar dan menghadapi Paraguay. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#peluang menang #swedia #piala dunia 2026 #prancis #ousmane dembele