RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pantai Gading akan menghadapi Norwegia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7) dini hari, kick-off 00.00 WIB.
Kedua tim jelas berbeda dari segi karakter. Norwegia mengandalkan produktivitas gol Erling Haaland, sedangkan Pantai Gading datang dengan organisasi pertahanan yang solid dan lini serang yang semakin berkembang.
Pertandingan ini juga menjadi perebutan satu tempat di babak 16 besar. Tim pemenang sudah ditunggu Brasil yang memastikan kelolosan usai menyingkirkan Jepang pada laga Selasa (30/6) dini hari.
Baca Juga: Petar Sucic Takjub, Sebut Luka Modric Bermain Seperti Pemain Berusia 20 Tahun
Pantai Gading Ukir Sejarah, Pertahanan Jadi Modal Utama
Pantai Gading menorehkan pencapaian bersejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya. Kesuksesan itu tidak diraih secara kebetulan.
Sepanjang fase grup, Les Éléphants hanya kebobolan dua gol dalam tiga pertandingan. Catatan tersebut menjadi semakin impresif karena mereka mampu menjaga pertahanan tetap kokoh saat menghadapi lawan kuat seperti Jerman dan Ekuador.
Solidnya lini belakang menjadi senjata utama untuk menghadapi Norwegia yang dikenal memiliki serangan eksplosif khas benua Afrika.
Baca Juga: Menikmati Aliran Bengawan Solo sambil Cetak Gol, Lapangan Mini Soccer JFC Desa Mulyoagung
Norwegia, dengan Produktivitas Gol yang Mengerikan
Jika Pantai Gading unggul dalam organisasi permainan, Norwegia tampil sebagai salah satu tim paling produktif sepanjang fase grup.
Tiga pertandingan yang mereka jalani menghasilkan total 8 gol atau rata-rata 2,67 gol setiap laga. Dalam dua pertandingan saat tampil dengan kekuatan penuh, Norwegia juga berhasil mencetak tujuh gol.
Produktivitas tersebut menunjukkan bahwa permainan Norwegia cenderung berlangsung terbuka dan penuh peluang. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi lini belakang Pantai Gading.
Haaland Berpeluang Mencetak Rekor Bersejarah
Selain kedua tim, sorotan utama pertandingan tetap mengarah kepada sosok striker Manchester City, yakni Erling Haaland.
Ujung tombak Norwegia itu telah mengoleksi empat gol hanya dari dua penampilan setelah diistirahatkan saat menghadapi Prancis. Ketajamannya membuat Haaland berpeluang mencatat sejarah baru di Piala Dunia.
Apabila kembali mencetak sedikitnya dua gol ke gawang Pantai Gading, Haaland akan menjadi pemain pertama sejak legenda Hungaria, Sándor Kocsis, pada Piala Dunia 1954 yang mampu mencetak dua gol atau lebih dalam tiga penampilan pertamanya di ajang tersebut.
Rekor itu sekaligus mempertegas status Haaland sebagai ancaman terbesar yang harus diantisipasi Pantai Gading.
Yan Diomande Jadi Harapan Baru Pantai Gading
Di balik sorotan kepada Haaland, Pantai Gading juga memiliki pemain yang sedang mencuri perhatian.
Yan Diomande tampil luar biasa sepanjang fase grup. Winger muda tersebut menjadi pemain pertama sejak Neymar pada Piala Dunia 2018 yang mampu mencatat sedikitnya 10 dribel sukses sekaligus menciptakan 10 peluang.
Catatan itu menjadikan Diomande sebagai pemain Afrika pertama yang mencapai statistik tersebut sejak Opta mulai mendokumentasikan data Piala Dunia pada 1966.
Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta kreativitasnya dalam membuka ruang diprediksi menjadi salah satu kunci Pantai Gading untuk membongkar pertahanan Norwegia.
Gervinho: Musuh Terbesar Pantai Gading adalah Diri Sendiri
Legenda Pantai Gading, Gervinho, justru meminta para pemain muda negaranya tidak terlalu terobsesi menghentikan Haaland.
Menurut mantan penyerang Arsenal tersebut, tantangan terbesar Pantai Gading adalah menjaga kepercayaan diri dan memainkan sepak bola terbaik mereka sendiri.
Gervinho menilai Norwegia memang memiliki Haaland dan sejumlah pemain berkualitas. Namun, Pantai Gading juga mempunyai lini depan yang dihuni Nicolas Pépé, Amad Diallo, Ange-Yoan Bonny, hingga Yan Diomande yang mampu memberikan ancaman bagi siapa pun.
Karena itu, ia meminta para pemain menikmati pertandingan dan tidak terbebani tekanan menghadapi tim Eropa tersebut.
Siapa Lebih Berpeluang Menghadapi Brasil?
Melihat performa sepanjang fase grup, pertandingan ini diprediksi berlangsung seimbang.
Norwegia memiliki keunggulan dari sisi efektivitas penyelesaian akhir dan ketajaman Haaland. Sebaliknya, Pantai Gading tampil lebih disiplin dalam bertahan dan mengandalkan variasi serangan yang tidak bergantung pada satu pemain.
Duel ini berpotensi ditentukan oleh efektivitas kedua tim dalam memanfaatkan peluang. Jika Haaland kembali menunjukkan insting golnya, Norwegia berpeluang melaju. Namun, apabila Pantai Gading mampu mempertahankan disiplin bertahan sekaligus memaksimalkan kreativitas Yan Diomande dan pengalaman Nicolas Pépé, kejutan besar bisa saja tercipta.
Dengan satu tiket menuju babak 16 besar dan kesempatan menghadapi Brasil yang dipertaruhkan, laga Pantai Gading kontra Norwegia layak menjadi salah satu pertandingan paling dinantikan di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari