RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jelang laga kontra Arab Saudi, pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente mulai berada dalam sorotan. Bukan hanya soal hasil imbang tanpa gol pada laga sebelumnya, tetapi juga mengenai kebutuhan melakukan penyesuaian di lini tengah yang dinilai belum sepenuhnya mengalir.
Di tengah perdebatan itu, muncul satu dorongan yang menguat dari publik dan pengamat, yakni memainkan Pedri dan Dani Olmo sejak menit awal. Kombinasi keduanya sejauh ini belum pernah dicoba sebagai starter dalam struktur taktik De la Fuente, meski keduanya sama-sama dikenal sebagai gelandang dengan kecerdasan ruang dan kemampuan mengolah bola di area sempit.
Baca Juga: Fans Spanyol Desak Perubahan Lawan Arab Saudi, Yamal dan Nico Williams Diminta Jadi Starter
Kebutuhan Kreativitas di Tengah Blok Rendah Lawan
Masalah Spanyol dalam laga terakhir bukan hanya penguasaan bola, melainkan efektivitas saat menghadapi lawan yang bertahan rapat. Aliran bola kerap berputar tanpa penetrasi yang cukup tajam, terutama di sepertiga akhir lapangan.
Dalam konteks itu, wacana menghadirkan Pedri lebih dekat dengan Olmo dinilai sebagai upaya untuk menambah variasi. Pedri selama ini lebih sering ditempatkan sebagai penghubung antara lini tengah dan lini serang, sementara Olmo menawarkan pergerakan vertikal dan kemampuan mengambil keputusan cepat di area berbahaya.
Namun hingga kini, duet tersebut belum pernah benar-benar diuji sejak awal pertandingan di bawah kepemimpinan De la Fuente.
Baca Juga: Roberto Martinez Ungkap Alasan Tidak Menarik Cristiano Ronaldo Meski Tampil Melempem
Kombinasi yang Sudah Terbukti, Tapi di Level Berbeda
Secara historis, kombinasi Pedri dan Olmo bukan hal baru dalam sistem sepak bola Spanyol. Keduanya pernah berada dalam satu struktur permainan saat Tokyo 2020 Olympics, ketika Spanyol menembus partai final dan meraih medali perak.
Pada saat itu, keduanya menjadi bagian dari lini tengah yang aktif dalam rotasi dan progresi bola, dengan intensitas permainan yang tinggi sepanjang turnamen. Catatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa wacana memasangkan keduanya kembali mencuat di level senior.
Meski begitu, di tim nasional utama, kebersamaan mereka masih terbatas pada menit-menit singkat, sehingga belum cukup untuk menguji konsistensi dan keseimbangan keduanya dalam laga kompetitif penuh.
Baca Juga: Usai Dilumat Argentina, Bek Aljazair: Dia Terlalu Bagus untuk Kami
Pedri: Aktif, Dominan, Tapi Belum Efektif
Di tengah perdebatan taktik, performa Pedri tetap menjadi pusat perhatian. Ia tercatat sebagai salah satu pemain dengan kontribusi paling aktif dalam laga terakhir, baik dalam intensitas pressing, distribusi bola, maupun keterlibatan dalam fase serangan.
Namun, tingginya aktivitas tersebut belum berbanding lurus dengan hasil akhir tim. Spanyol tetap kesulitan menembus pertahanan lawan, yang kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas struktur lini tengah yang digunakan saat ini.
Keputusan di Tangan De la Fuente
Dengan meningkatnya tekanan dan munculnya opsi-opsi baru di lini tengah, duel Pedri–Olmo kini mulai dipandang sebagai alternatif yang layak diuji sejak awal. Kombinasi ini dinilai berpotensi memberi Spanyol keseimbangan antara kontrol permainan dan kreativitas di area akhir serangan.
Namun pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan De la Fuente: mempertahankan struktur yang sudah berjalan, atau membuka babak baru dengan eksperimen yang selama ini belum pernah ia gunakan dalam laga besar. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari