RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Borneo FC boleh saja menurunkan hujan gol di Stadion Segiri Samarinda dalam laga mereka melawan Malut United pada partai pamungkas Sabtu sore (23/5). Namun apa daya, asuransi head to head yang dimiliki Persib Bandung dapat diklaim dalam pertandingan mereka melawan Persijap Jepara di Gelora Bandung Lautan Api di saat bersamaan.
Di Samarinda, baru sepuluh menit pertandingan berjalan Mariano Peralta sudah membuka jalan dengan menerobos pertahanan Malut United dua kali untuk memberikan keunggulan 2-0. Juan Ruiz Villa juga ikut membuka rekening gol di menit ke-13, sementara Koldo Obieta mencetak gol ke-4 Borneo FC di menit ke-27.
Unggul 4-0 tidak membuat Borneo FC mengendurkan serangan, dengan Koldo Obieta ikut mencetak brace di menit ke-58. Sepuluh menit jelang bubaran Frets Butuan sempat memberikan gol jawaban untuk Malut United, namun Amrullah Simran langsung menghukum kelengahan lini belakang Laskar Kie Raha kurang dari satu menit kemudian.
Skuad Pesut Etam akhirnya mengakhiri menu makan malam mereka dengan satu gol ekstra dari Kaio Nunes di fase perpanjangan waktu. Namun tanpa sepengetahuan mereka, usaha mereka tidak cukup untuk mencuri piala Super League dari Persib Bandung.
Laga di Gelora Bandugn Lautan Api sendiri berjalan dengan cukup tegang, dengan para penggawa Maung Bandung kesulitan menjebol gawang yang dijaga Muhammad Ardiansyah. Bahkan serangan bertubi-tubi yang diinisiasi Beckham Putra dan Thom Haye banyak terbang di atas gawang.
Dengan jarangnya peluang yang dapat dibuat di kotak penalti Persib, Persijap memutuskan untuk menumpuk mebel pertahanan sepanjang babak kedua. Ditambah dengan penampilan Ardiansyah yang sulit dikalahkan di bawah mistar, akhirnya pertandingan pamungkas tersebut berakhir dengan keadaan gawang yang masih bersih.
Dengan hasil ini, Borneo FC dan Persib Bandung akhirnya mengakhiri musim dengan total poin yang sama, yakni 79 poin. Namun karena Persib pernah mengalahkan Borneo FC 3-1 di putaran pertama pada Desember lalu, skuad Maung Bandung sukses mengklaim keunggulan head to head dan resmi menyimpan trofi Super League di laci mereka tiga kali beruntun. Sebagai catatan tambahan, pertemuan kedua kubu di putaran kedua berakhir imbang 1-1.
Kini Persib berhak menyematkan satu bintang ekstra di logo mereka sebagai juara Super League, dengan total lima bintang terpampang mulai musim depan. Selain tiga gelar beruntun sejak musim 2023/2024, Persib juga merupakan juara Indonesia Super League (ISL) 2014, serta Liga Indonesia (Ligina) 1994/1995, terhitung sejak pembentukan struktur sepak bola profesional Indonesia di era Ligina.
Sementara itu di ujung klasemen akhir, Madura United akhirnya dapat menyelamatkan diri dari jerat degradasi setelah mengalahkan PSM Makassar 2-0 di Gelora Bangkalan. Tidak hanya melompati PSM di klasemen akhir, mereka juga sukses menendang Persis Solo ke Pegadaian Championship musim depan.
Dengan kemenangan 3-1 atas Persita Tangerang di saat bersamaan, sedianya Persis meraih poin klasemen akhir yang sama dengan PSM, yakni 34 poin. Sayang PSM juga memiliki modal kemenangan head to head melalui kemenangan 4-3 di putaran pertama, yang akhirnya menjadi asuransi mereka bertahan di Super League.
Dengan ini pula, sepak bola kasta pertama, kedua dan ketiga di Indonesia telah mencapai kesimpulan akhir. Kini tinggal menunggu juara Liga 4 Piala Presiden 2026, yang bakal memulai langkah pada Sabtu mendatang (30/5). (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana