RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Untuk kedua kalinya, peserta Liga Championship (dulu Liga 2) terpaksa menjalani semusim penuh tanpa dukungan suporter kandang musim depan. Jika musim ini Persela Lamongan baru tuntas menjalankan hukuman tersebut, musim depan giliran Persipura Jayapura yang terpaksa bermain di tengah sunyi.
PSSI resmi menjatuhkan hukuman larangan bermain dengan penonton kandang semusim penuh kepada Persipura pada Jumat (15/5). Sesuai bunyi keputusan Komiter Disiplin PSSI Nomor 246/L2/SK/KD-PSSI/V/2026, hukuman dijatuhkan akibat kerusuhan yang terjadi usai laga playoff promosi melawan Adhyaksa FC pada pekan lalu (8/5).
"Merujuk kepada Pasal 70 ayat (1), ayat (2) dan lampiran 1 nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, Klub Persipura Jayapura diberikan sanksi dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah selama satu (1) musim, berlaku pada kompetisi yang diikuti pada Tahun 2026/2027," bunyi keputusan tersebut sebagaimana dikutip dari Antara.
Kala itu, Persipura mengalami kekalahan tipis 0-1 sehingga gagal merebut tiket promosi ketiga menuju Super League musim depan. Usai pertandingan, elemen suporter Persipura turun masuk ke lapangan Stadion Lukas Enembe dan merusak berbagai fasilitas, serta sebagian juga tertangkap mengejar pemain dan staf Adhyaksa FC.
Selain larangan adanya penonton tuan rumah, manajemen Mutiara Hitam juga didenda Rp 30 juta akibat aksi perusakan tersebut. Namun denda finansial yang harus ditanggung tidak berhenti di situ saja.
Rinciannya, Persipura juga didenda Rp 125 juta akibat penyulutan flare oleh suporter, plus Rp 50 juta akibat masuknya suporter ke dalam lapangan, ditambah Rp 15 juta akibat pelemparan air minum kemasan dari tribun. Akhirnya, panitia pelaksana pertandingan ikut didenda Rp 20 juta akibat dianggap gagal mencegah terjadinya semua kejadian di atas.
Sehingga manajemen dan panpel Mutiara Hitam harus menanggung denda sejumlah Rp 240 juta sebelum musim depan bergulir. Pihak manajemen sendiri berencana untuk mengajukan banding atas tumpukan denda yang menimpa mereka.
“Kita akan ajukan banding atas sanksi yang diberikan Komdis PSSI kepada Persipura karena sanksi ini merugikan tim, terlebih satu musim tanpa penonton,” jelas Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano pada Sabtu (16/5) sebagaimana dikutip dari Jawa Pos Cendrawasih Pos.
Menurut Benhur, Komdis PSSI seharusnya dapat lebih bijaksana dalam menyikapi insiden tersebut. Terlebih, panpel melalui tim keamanan telah berusaha mengamankan para pemain dan staf kedua kubu, serta seluruh perangkat pertandingan di tengah kerusuhan.
“Perangkat pertandingan dan pemain semuanya aman, tidak terluka dan segala macam serta tidak dicederai. Panitia melindunginya sesuai dengan regulasi,”ujar Benhur.
Di samping itu, hukuman bertanding tanpa penonton semusim penuh tentu akan memberatkan keadaan ekonomi klub papan atas Papua tersebut, terlebih dengan rekor kehadiran penonton yang mereka pegang musim ini. Sehingga Benhur berharap keringanan dari Komdis PSSI.
“Kami berharap ada keringanan, mungkin satu atau dua pertandingan saja tanpa penonton atau bentuk sanksi lain yang lebih ringan,” tambahnya.
Sebagai catatan, rekor tersebut terjadi pada pertandingan pamungkas musim reguler Championship, ketika Mutiara Hitam menjamu Persiku Kudus di Stadion Lukas Enembe. Total 32.840 masyarakat Jayapura berbondong-bondong melihat Persipura meraih tiket playoff promosi kala itu. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana