RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Laga playoff degradasi Pegadaian Championship antara Persekat Tegal dan Persiba Balikpapan di Stadion Tri Sanja Slawi pada Jumat sore (8/5) berjalan dengan tensi tinggi, mengingat kedua klub berebut kesempatan terakhir bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia. Namun pada akhirnya Persiba Balikpapan berhak atas perpanjangan nyawa tersebut.
Meskipun bermain di kandang lawan dan sempat kewalahan di menit-menit awal, Persiba berhasil membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-18. Kerjasama bola panjang yang apik membuka jalan bagi Lorensius Sabda untuk mendaratkan bola ke gawang yang dijaga Dimas Firmansyah.
Tak ingin mengecewakan publik sendiri, Persekat kemudian tancap gas menyerbu lini belakang skuad Beruang Madu. Namun kiper Persiba, Pancar Nur berhasil menggagalkan banyak peluang dari penggawa Persekat.
Meskipun Rocky Mandosir dkk. berhasil membuat lini belakang Persiba naik-turun lapangan, belum ada peluang yang berhasil berubah menjadi gol. Pun demikian dengan Persiba yang masih sempat menyelipkan beberap peluang sebelum turun minum.
Tensi pertandingan memuncak sepanjang babak kedua, dengan Persekat memainkan pilar-pilar utama seperti Pedro Matos dan Sylvain Atieda. Meskipun prosentase serangan Laskar Ki Gede Sebayu meningkat tajam, masih banyak pula bola yang melenceng dari sasaran.
Bencana pertama hinggap di mata Persiba di awal sepertiga akhir pertandingan setelah Bintang Arrahim ketahuan handsball saat memblok serangan Persekat. Beruntung, Bintang berada di luar kotak penalti sehingga meskipun kini harus bermain dengan sepuluh orang, Beruang Madu tidak dihukum penalti.
Tidak butuh waktu lama bagi Persekat untuk memanfaatkan pincangnya Persiba, dengan Kevy Syahertian sukses mengarahkan bola muntah tepisan Pancar Nur ke gawangnya. Namun satu menit kemudian kegembiraan Persekat langsung buyar akibat gol balasan kilat dari Dwi Geno Nofiansyah.
Takdir kedua kesebelasan akhirnya ditentukan oleh insiden di menit ke-87, yang mendatangkan dua bencana sekaligus bagi kedua belah pihak. Iuri Barbossa sukses mengecoh Pancar Nur yang keluar dari kotak penalti lewat bola panjangnya, namun di saat bersamaan Panca bertabrakan dengan Arsyad Yusgiantoro.
Akibat tabrakan tersebut, Pancar diusir dari lapangan dan tidak hanya Persiba kini harus bermain dengan sembilan orang, mereka juga harus menugaskan kiper dadakan untuk waktu tersisa. Namun gol Iunri juga dianulir akibat pelanggaran tersebut, sehingga Laskar Ki Gede Sebayu gagal kembali menyeimbangkan pertandingan.
Meskipun makin pincang dan tanpa kiper utama, Persiba sukses mempertahankan diri hingga akhir perpanjangan waktu. Skuad Beruang Madu sukses mengamankan kursi mereka di Pegadaian Championship, sementara Persekat akhirnya turun kasta ke Liga Nusantara musim depan. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana