RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gempuran berbagai mobil sportscar kategori GT3 bakal kembali menghampiri Pertamina Mandalika International Circuit mulai Jumat (1/5) hingga Minggu (3/5). Meskipun tidak seramai tahun lalu, seri kedua dalam kalender kejuaraan GT World Challenge Asia ini tetap diprediksi berjalan ketat seperti edisi 2025 silam.
Meskipun lebih akrab dikenal sebagai sirkuit untuk balap motor, sirkuit Mandalika juga rutin dipakai untuk balap mobil di tingkat nasional. Namun penggunaan untuk kejuaraan balap mobil internasional baru dimulai pada 2025 silam, dengan sirkuit di provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut dikunjungi GT World Challenge (GTWC) Asia dan Porsche Carrera Cup Asia. Kebetulan, keduanya bakal mampir lagi ke Mandalika tahun ini.
Pada edisi perdana tahun 2025 silam, GTWC Asia seri Mandalika diikuti oleh 34 mobil dengan total 68 driver dari berbagai negara, termasuk Indonesia sendiri. Seluruh peserta mengendarai berbagai mobil dari sembilan pabrikan berbeda.
Kala itu, kontingen Origine Motorsport dengan mobil Porsche berhasil menyapi bersih akhir pekan di Mandalika dengan dua mobil berbeda. Bob Yuan dan Leo Ye Hongli berhasil memenangkan Race 1, sementara Wei Lu dan Alessio Picariello merebut kemenangan di Race 2.
Baca Juga: Megawati 'Megatron' Hangestri Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia 2026, Ini Alasan di Baliknya!
Selain itu balapan edisi 2025 juga berlangsung dengan banyak drama. Para pembalap sempat uji nyali dengan berduel hingga jajar empat sepanjang balapan, dan hasil Race 2 ditentukan lewat insiden yang menimpa Team 5Zigen (Go-jigen) tepat di tikungan terakhir, hanya beberapa meter jelang finish.
Namun untuk edisi 2026, jumlah peserta berkurang cukup drastis dari 34 menjadi 22 mobil. Selain itu, jumlah driver ikut berkurang dari 68 menjadi 44 petarung.
Menurut Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria, berkurangnya jumlah peserta disebabkan utamanya oleh keadaan geopolitik saat ini, yang menyulitkan pengiriman mobil ke Indonesia. Namun dari sisi panpel, tidak ada kendala yang menghalangi jelang diselenggarakannya balapan.
“Dua hari lalu jumlah kendaraan dari 34 turun menjadi 24, dan data terakhir ada 22 mobil. Kami sangat bersedih karena penurunan ini disebabkan kendala geopolitik dan logistik,” jelas Satria pada Rabu (29/4) mengutip rilis resmi MGPA.
Selain masalah transportasi mobil balap, ada banyak ajang balap sportscar dan endurance lain yang mengalami bentrok jadwal dengan GTWC Asia. Dua diantaranya bahkan berasal dari sesama kejuaraan dalam struktur GTWC, yakni putaran GTWC Europe di Brands Hatch, Inggris, dan putaran GTWC America di Sebring International Raceway, Amerika Serikat.
Di luar sistem GTWC, ada banyak ajang papan atas lain yang juga bentrok dengan balapan di Mandalika. Diantaranya IMSA USCC seri Monterrey Sportscar Championship di Laguna Seca, Amerika Serikat, European Le Mans Series seri Paul Ricard 4 Jam di Paul Ricard, Perancis, dan Super GT seri Fuji Golden Week di Fuji Speedway, Jepang. Praktis, para pembalap dan pabrikan banyak yang kalang kabut menentukan prioritas dan jadwal mereka.
Ada pula berbagai tim yang memutuskan untuk tidak turut serta dalam GTWC Asia musim ini, atau baru bergabung setelah kejuaraan tiba di Jepang maupun Tiongkok. Misal Johor Motorsport Racing asal Malaysia yang memutuskan berkelana ke kejuaraan Eropa musim ini, atau LM Corsa asal Jepang yang membatasi kegiatan hanya di dalam negeri mereka untuk tahun ini.
Pun demikian, masih banyak pembalap bertabur bintang dan juara bertahan yang dapat hadir untuk seri Mandalika edisi 2026. Sebagian pembalap Indonesia yang turut serta pada edisi tahun lalu juga kembali pada tahun ini.
Yang menjadi sorotan utama, juara bertahan kelas Am, David Tjiptobiantoro memutuskan tidak hadir pada edisi kali ini setelah sempat mengalami ketidakpastian jadwal pribadi. Sebagai gantinya, suami dari aktris veteran Indonesia, Julie Estelle tersebut meminjamkan mobilnya untuk pembalap endurance papan atas tanah air, Sean Gelael yang tahun ini terikat kontrak ganda bersama BMW dan Ferrari.
Seri balap kali ini bakal menjadi penampilan perdana Gelael di Mandalika, serta kedua kali menunggangi Ferrari setelah tampil di Paul Ricard 1000 KM April lalu. Sean menjadi salah satu dari dua pembalap yang memilih mengemudi sendiri pada edisi kali ini, selain Akash Nandy asal Malaysia.
Pembalap dan pengusaha keramik asal Surabaya, Setiawan Santoso juga ikut kembali hadir menunggangi Mercedes-AMG, namun berganti kubu dari Earl Bamber Motorsport (EBM) ke Climax Racing. Setiawan bakal mencoba meneruskan momentum positifnya setelah memenangkan Race 2 di kelas Am pada seri Sepang lalu.
Veteran sportscar Indonesia asal Jakarta, Andrew Haryanto juga kembali hadir, namun mendaftarkan diri sebagai “Andres Pato” untuk edisi kali ini. Pada edisi tahun lalu, Andrew mendaftarkan diri sebagai “Andrea Anatra” dan meraih podium kelas Pro-Am, sekaligus menjadi pembalap Indonesia dengan hasil balap terbaik dengan finish ke-5 overall.
Selain David Tjiptobiantoro, Anderson Tanoto menjadi pembalap Indonesia yang tidak hadir pada edisi kali ini. Tahun lalu dirinya berpasangan dengan Thierry Vermeulen menggunakan Ferrari milik Absolute Corse.
Di luar pembalap Indonesia, banyak pembalap muda dan veteran yang hadir sebagai pembalap utama maupun pengganti. Misal Loek Hartog, Dorian Boccolacci dan Klaus Bachler yang dipekerjakan Porsche, Jesse Krohn dan Adderly Fong yang lama berkecimpung di Asia Timur dan Tenggara, Yuichi Nakayama, Seiji Ara dan Kimiya Sato yang kenyang pengalaman di Super GT, dan Brendon Leitch yang sudah biasa mondar-mandir antara GTWC Europe dan GTWC Asia.
Selain itu, Absolute Racing juga menyiapkan cat khusus untuk salah satu mobil mereka. Untuk Porsche nomor 911 milik mereka, yang bakal dikendarai Huang Ruohang dan Alessandro Ghiretti, mereka bakal memasang cat mobil dengan motif Barong untuk menghormati mitologi Bali.
“Kami optimis penyelenggaraan tahun ini akan tetap menghadirkan kualitas kompetisi yang tinggi. Mandalika memiliki karakter sirkuit yang unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi tim serta pembalap internasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi daerah,” tambah Satria.
Selain GTWC Asia, tiga kejuaraan balap lokal dan nasional bakal turut meramaikan seri balap di Mandalika kali ini. Kembali dari musim lalu, BRZ Super Series dan Radical Time Attack Challenge bakal menjadi hidangan penutup setelah gelaran GTWC Asia selesai setiap harinya.
Selain itu bakal ada event balap istimewa bertajuk Agya OMR Kartini Race, yang mempertandingkan berbagai pembalap perempuan Indonesia di atas Toyota Agya. Akhirnya kejuaraan nasional baru, Superstars Sportscar Series (SSS) bakal dibuka sebagai wadah baru untuk berbagai mobil balap kategori grand touring dan touring car Indonesia.
Saat ini tersisa dua jenis tiket yang masih dapat dibeli secara daring maupun luring di sirkuit. Tiket Grandstand A dapat ditebus cukup dengan biaya Rp 50 ribu, namun bagi yang punya kocek lebih dan ingin menonton dari atas garasi, tiket VIP masih tersedia dengan harga Rp 1,8 juta.
Bagi mereka yang tidak dapat berangkat ke sirkuit, jangan khawatir karena balapan akan disiarkan secara langsung di televisi dan YouTube. Siaran seluruh balapan mulai Sabtu akan tersedia di TVRI dan channel YouTube The Mandalika GP dengan komentator Bahasa Indonesia, sementara kegiatan balap GTWC Asia juga tersedia di channel YouTube GTWorld dengan komentator Bahasa Inggris. (edo)
Baca Juga: Hasil MotoGP Spanyol 2026: Beda Nasib Marquez Bersaudara Jadi Kutukan dan Berkah Ducati
Jadwal GT World Challenge Asia 2026 seri Mandalika, Indonesia
NB: Semua waktu dalam WIB, waktu WITA sesuai lokasi sirkuit berselisih satu jam lebih cepat
Jumat, 1 Mei 2026
- 07:30 - Latihan Berbayar GT World Challenge Asia
- 08:40 - Latihan Agya OMR Kartini Race
- 09:20 - Latihan 1 Superstars Sportscar Series
- 09:50 - Latihan GT World Challenge Asia
- 11:00 - Latihan Khusus Amatir GT World Challenge Asia
- 12:45 - Latihan 1 BRZ Super Series
- 13:25 - Latihan 2 Superstars Sportscar Series
- 13:55 - Pra-Kualifikasi GT World Challenge Asia
- 15:10 - Latihan 2 BRZ Super Series
- 15:50 - Sesi 1 Radical Time Attack Challenge
Sabtu, 2 Mei 2026
- 07:10 - Kualifikasi 1 BRZ Super Series
- 07:35 - Kualifikasi 1 Superstars Sportscar Series
- 08:15 - Kualifikasi 1 GT World Challenge Asia
- 08:35 - Kualifikasi 2 GT World Challenge Asia
- 09:50 - Kualifikasi Agya OMR Kartini Race
- 10:15 - Kualifikasi 2 BRZ Super Series
- 10:45 - Sesi 2 Radical Time Attack Challenge
- 12:30 - Race 1 GT World Challenge Asia (Link Streaming Bahasa Indonesia | Bahasa Inggris)
- 14:00 - Race 1 BRZ Super Series
- 15:00 - Kualifikasi 2 Superstars Sportscar Series
Minggu, 3 Mei 2026
- 08:00 - Race 1 Superstars Sportscar Series
- 08:50 - Race Agya OMR Kartini Race
- 10:30 - Race 2 GT World Challenge Asia (Link Streaming Bahasa Indonesia | Bahasa Inggris)
- 13:00 - Race 2 BRZ Super Series
- 14:10 - Race 2 Superstars Sportscar Series
- 14:55 - Sesi 3 Radical Time Attack Challenge