Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

AFC Umumkan Ekspansi Kuota Untuk ACL Elite, Persib Bandung dkk. Punya Peluang Naik Kelas

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 14 April 2026 | 20:34 WIB
(Dok. AFC)
(Dok. AFC)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mungkin tak selamanya Persib Bandung harus berjibaku di AFC Champions League 2 (ACL2) untuk mewakili Indonesia di kancah Asia di era modern. Sebab, ada kemungkinan mereka dapat tampil satu tingkat lebih tinggi, yakni di AFC Champions League Elite (ACL Elite, ACLE).

Sejak berubah nama dari Liga Champions Asia (ACL), AFC selaku federasi sepak bola Asia menetapkan format 24 peserta, yang terbagi menjadi 12 klub masing-masing di zona barat (Timur Tengah, Asia Utara dan Asia Selatan) dan timur (Asia Timur, Asia Tenggara dan Australia). Mulai musim depan, jumlah peserta bakal bertambah hingga 32 peserta, yang berarti bakal dibagi menjadi 16 klub di masing-masing zona.

“Penambahan jumlah klub mulai musim 2026/2027 dilakukan agar ada lebih banyak klub papan atas yang dapat bersaing satu sama lain, dan mendorong standar profesionalisme dan performa lebih tinggi untuk seluruh liga di benua Asia,” bunyi pernyataan AFC pada Selasa sore (14/4).

Saat ini, jatah 24 klub tersebut diberikan kepada enam negara dengan koefisien liga AFC tertinggi di masing-masing wilayah. Di zona timur, Malaysia menjadi negara dengan koefisien terendah yang berhak mengikuti ACLE, dengan satu jatah lolos otomatis diisi oleh juara Liga Super Malaysia.

Dengan penambahan jatah tersebut, kemungkinan besar AFC juga akan mengundang lebih banyak negara untuk berpartisipasi di ACLE sesuai posisi koefisiensi liga masing-masing negara. Per 10 April lalu, Indonesia menempati posisi ke-9 urutan koefisien liga di zona timur berkat dominasi Persib Bandung di fase grup ACL2, serta penampilan apik Dewa United di fase grup AFC Challenge League (ACGL).

Baca Juga: FIFA Tolak Permintaan Iran Pindah Lokasi Pertandingan Piala Dunia 2026, Rumor Peserta Pengganti Kembali Berhembus Kencang

Meskipun pada akhirnya keduanya tersingkir di awal babak eliminasi (Persib di 16 besar, Dewa United di perempat final), keduanya berhasil meraup poin cukup banyak untuk mendongkrak koefisien Indonesia, menyusul Vietnam dan Singapura. Jika keberuntungan berpihak pada Indonesia dan PSSI, bukan tidak mungkin Indonesia kebagian salah satu antara satu jatah lolos langsung ke ACLE, satu jatah lolos jalur playoff ke ACLE, dan/atau satu jatah lolos langsung ke ACL2.

Sebagai perbandingan, pada akhir musim 2024/2025, Indonesia berada di urutan ke-11 koefisien liga zona timur. Sehingga Indonesia tidak berhak atas kuota lolos ke ACLE, namun memperoleh jatah lolos jalur playoff menuju ACL2  serta jatah lolos langsung ke ACGL.

Sebagai informasi tambahan, saat ini jatah lolos ke ACL2 diberikan kepada negara dengan urutan koefisien pertama hingga ke-12, dengan ketentuan lolos berbeda-beda mulai dari atas ke bawah. Sementara jatah lolos ke ACGL diberikan kepada negara dengan urutan koefisien ke-11 hingga paling bawah di setiap wilayah (ke-24 di barat, ke-20 di timur), selama memiliki klub dengan lisensi AFC. Keduanya sementara ini tidak terpengaruh oleh penambahan jatah peserta ACLE.

Di samping penambahan jumlah peserta, AFC juga mengumumkan perombakan format kompetisi usai fase liga sebagai pembuka turnamen. Namun karena jadwal kompetisi yang padat untuk musim depan, perubahan format ini baru akan diterapkan secepatnya pada musim 2027/2028.

Saat ini di ACLE, pada akhir fase liga dengan jumlah delapan pertandingan, semua klub dari urutan pertama hingga ke-8 masing-masing wilayah akan langsung melangkah ke babak 16 besar. Dalam format baru yang meniru gebrakan di UEFA Champions League (UCL, Liga Champions), babak playoff 16 besar bakal digelar untuk memperebutkan sebagian tiket tersebut.

Sehingga, urutan pertama hingga ke-6 bakal tetap melaju langsung ke perempat final. Namun kali ini, urutan ke-7 hingga ke-10 bakal bertarung lebih dulu di babak playoff untuk memperebutkan dua tiket terakhir di masing-masing wilayah. Selain itu, klub urutan ke-7 dan ke-8 bakal menjadi tuan rumah terlebih dulu.

Indonesia terakhir kali berpartisipasi di puncak kompetisi Asia kala ACLE masih bernama Liga Champions Asia pada 2011 silam, dengan jatah satu lolos langsung dan satu lolos lewat playoff. Kala itu Arema FC menjadi klub terakhir yang dapat memanfaatkan jatah lolos langsung, sementara Sriwijaya FC gagal memanfaatkan jatah playoff setelah dihajar babak belur 0-4 oleh Al-Ain di akhir babak playoff.

Setelahnya, dualisme Liga Indonesia terjadi antara ISL dan IPL, sehingga menyebabkan turunnya koefisien liga Indonesia di mata AFC. Persipura Jayapura menjadi klub terakhir yang mencoba memanfaatkan jatah playoff pada edisi 2012, namun sayang mereka dikalahkan Adelaide United 3-0 di babak tersebut. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#AFC Champions League Elite #indonesia #ACLE #afc #ACL Elite