RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Liverpool nampaknya mengalami déjà vu, alias mengulang kenangan lama dari UEFA Champions League (UCL, Liga Champions) musim 2024/2025. Jika tahun lalu mereka akhirnya kalah oleh Paris Saint-Germain (PSG) di babak perempat final, tanda-tanda kekalahan kedua mulai muncul pada leg pertama di kandang PSG, Parc des Princes pada Kamis dinihari (9/4).
Bedanya, musim lalu Liverpool bisa berleha-leha usai membawa pulang keunggulan sebiji gol dari Perancis. Kini keadaannya lebih parah, dengan The Reds pulang ke Anfield dengan tertinggal dua gol.
Baru sepuluh menit laga berjalan, barisan pertahanan The Reds sudah banyak kecolongan dari pergerakan pasukan Les Parisiens. Bintang muda PSG, Desire Doue sukses memanfaatkan bola muntah dari palang pintu Liverpool sebelum mencetak gol jarak jauh yang tak bisa ditangkap kiper Liverpool kali ini, Giorgi Mamardashvili.
Setelahnya, Liverpool baru masuk setelan pabrik dan melancarkan barter serangan dengan PSG, dibantu dengan Mamardashvili yang tidak ingin kebobolan lagi. Namun berkat penampilan apik kedua klub, belum ada gol ekstra yang terjadi sepanjang babak pertama.
Sayang bagi Liverpool, PSG pada akhirnya dapat menambah tabungan gol di babak kedua. Melihat Khvicha Kvaratskhelia berlari cukup bebas di menit ke-65, Joao Neves memberikan umpan terobosan yang kemudian dibawa Khvicha berlari menyalip Mamardashvili, yang kebetulan juga rekan senegaranya.
Sedianya, harapan sempat muncul untuk The Reds saat Vitinha melakukan pelanggaran di kotak penalti sendiri jelang bubaran. Namun pemeriksaan VAR memutuskan tidak ada hadiah penalti yang diberikan untuk Liverpool.
Dengan dukungan suporter setia di balik kemenangan PSG, pelatih Les Parisiens Luis Enrique kini sadar beban serupa juga akan menghampiri mereka di Anfield. Pun demikian, Luis merasa puas dengan permainan anak-anak asuhnya.
“Saya rasa kami telah menunjukkan permainan yang memuaskan para penonton, dengan keduanya sama-sama bagus dan mendukung. Saya tahu pertandingan di Anfield bakal susah, tapi saya yakin para pemain pantang kendor nanti,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan, sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Sementara pelatih Liverpool, Arne Slot hanya dapat bersyukur anak-anak asuhnya tidak kebobolan lebih banyak. Sehingga sama seperti suporter Liverpool, pelatih asal Norwegia tersebut hanya berharap ada keajaiban di Anfield.
“Kalau dilihat kembali, kami cukup beruntung karena cuma kebobolan dua gol. Gol pertama bisa dikatakan beruntung untuk mereka, namun setelahnya mereka rajin menciptakan peluang,” jelas Arne. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana