Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Allegri Tobat Parkir Bus? Bocoran Formasi Ultra Offensive AC Milan Muncul: 4-3-3 Siap Meledak, Lini Belakang Jadi Tumbal!

Bhagas Dani Purwoko • Jumat, 27 Maret 2026 | 17:47 WIB
AC MILAN: Massimiliano Allegri ubah strategi formasi skuad AC Milan.
AC MILAN: Massimiliano Allegri ubah strategi formasi skuad AC Milan.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lupakan sejenak skema 3-5-2 yang cenderung pragmatis. Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, baru saja menebar ancaman bagi rival-rivalnya di Serie A dengan menguji formasi 4-3-3 yang jauh lebih menyerang. Eksperimen ini terlihat jelas saat laga kontra Torino, di mana Rossoneri sukses menyarangkan tiga gol, meski harus dibayar mahal dengan kebobolan dua kali.

Perubahan radikal ini memicu perdebatan panas: Apakah Allegri siap meninggalkan zona nyamannya demi permainan atraktif yang selama ini dirindukan publik San Siro?

Lini Belakang: Dilema Dua Slot untuk Empat Raksasa

Transisi ke empat bek otomatis memakan korban. Jika biasanya Allegri memasang tiga bek sejajar, kini hanya tersedia dua slot bek tengah utama. Nama-nama seperti Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, Koni De Winter, hingga Strahinja Pavlovic harus saling sikut untuk menjadi starter.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Lineup AC Milan vs Parma di Serie A, Berikut Link Live Streaming

Menariknya, Tomori memiliki fleksibilitas untuk digeser sebagai bek sayap kanan. Namun, jalannya tidak mudah karena ia harus bersaing dengan pemain bertipe menyerang seperti Alexis Saelemaekers dan Zachary Athekame. Sementara di sektor kiri, persaingan sengit terjadi antara talenta muda Davide Bartesaghi dan Pervis Estupinan.

Lini Tengah Mewah: Ada Modric dan Rabiot!

Terlepas dari perubahan formasi, ruang mesin AC Milan tampak paling stabil. Kehadiran maestro Luka Modric yang berduet dengan Youssouf Fofana dan Adrien Rabiot memberikan keseimbangan antara visi bermain dan kekuatan fisik.

Kedalaman skuat Allegri pun tak main-main. Di bangku cadangan, masih ada nama-nama berkualitas seperti Ardon Jashari, Samuele Ricci, hingga Ruben Loftus-Cheek yang siap memberikan dimensi berbeda jika kebuntuan melanda.

Baca Juga: AC Milan Ditahan Imbang 1-1 Como, Inter Milan Tetap Kokoh di Puncak Serie A meski Dipecundangi Bodo/Glimt di UCL

Trisula Maut: Pulisic - Leao - Gimenez?

Formasi 4-3-3 ini dirancang untuk memaksimalkan daya ledak di sektor sayap. Christian Pulisic diproyeksikan mengisi pos kanan, sementara Rafael Leao tetap menjadi teror utama di sisi kiri. Untuk posisi ujung tombak, Allegri memiliki kemewahan untuk memilih antara Santiago Gimenez, Christopher Nkunku, atau Niclas Fullkrug tergantung kebutuhan taktik.

Mengapa 4-3-3 Menjadi Pilihan Logis?

Secara historis, 4-3-3 adalah identitas DNA AC Milan sebelum era kepemimpinan Allegri saat ini. Menurut analisis taktis dari The Athletic, formasi ini memungkinkan tim melakukan pressing tinggi dan transisi cepat. Namun, risiko serangan balik menjadi titik lemah, sebagaimana terlihat saat melawan Torino. Allegri kemungkinan besar akan menyimpan skema "ultra offensive" ini khusus untuk menghadapi tim-tim papan bawah atau saat tim dalam kondisi tertinggal.

Baca Juga: Allegri Sebut Fabregas 'Pelatih Ingusan', Ketegangan AC Milan vs Como Berujung Keributan di Ruang Ganti!

Kembali ke Akar demi Scudetto?

Eksperimen 4-3-3 ini menjadi sinyal bahwa Allegri mulai beradaptasi dengan tuntutan sepak bola modern yang lebih cair. Jika barisan belakang mampu menutupi celah saat asyik menyerang, AC Milan versi 2026 ini bisa menjadi tim paling mematikan di Italia. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#modric #rabiot #gimenez #DNA #ac milan #Allegri #Pulisic #formasi #leao #scudetto