Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Negeri Terdampak Konflik Melawan AS dan Israel, Iran dan Irak Ragu Dapat Ikut Piala Dunia 2026

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:50 WIB

Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Piala Dunia 2026 bakal tiba sekitar tiga bulan lagi, namun masih banyak kontroversi luar lapangan yang menyelimuti gelaran sepak bola terbesar dunia tersebut. Dengan peperangan yang terjadi dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, diyakini hal tersebut makin mengguncang pagelaran turnamen sepak bola tersebut.

Sebagai pengingat kembali, Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, bersama dengan Meksiko dan Kanada. Iran merupakan salah satu peserta yang tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir dan Selandia Baru. Pada fase grup, Iran dijadwalkan bermain di kota Los Angeles dan Seattle.

Jauh sebelum perang terjadi, partisipasi Iran dipertanyakan seiring ancaman Presiden AS, Donald Trump untuk menolak visa kunjungan warga negara Iran dalam ketegangan diplomasi dengan negara tersebut. Sebaliknya, Iran sempat mengancam memboikot Piala Dunia 2026 akibat langkah politik tersebut.

Saat ini Trump menyatakan sudah lepas tangan soal kedatangan skaud Team Melli ke tanah Amerika. “Saya tidak peduli, toh mereka sudah kalah telak dan kelelahan,” ujar Trump dalam wawancara bersama Politico pada Selasa (3/3).

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) sendiri mengaku ragu dapat atau bahkan diperbolehkan terbang ke AS jika peperangan masih berlanjut. Yang jelas, mereka hanya bisa manut kepada pemerintah setempat.

“Setelah serangan yang menimpa kami, kita tidak dapat berharap banyak bisa berangkat ke Piala Dunia. Tentu Kementerian Olahraga akan memberikan pertimbangan dan keputusan, tapi kita tidak tahu kapan,” ungkap Presiden FFIRI, Mehdi Taj kepada media lokal Iran pada Rabu (4/3), sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera.

Tidak hanya Iran, Irak juga terancam tidak dapat menghadiri playoff antar benua yang dilaksanakan pada akhir Maret mendatang. Selain itu pelatih mereka, Graham Arnold juga tidak dapat menemani mereka karena masih belum diperkenankan keluar dari tempat tinggalnya di Dubai, Uni Emirat Arab.

Irak sedianya dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam playoff antar benua Grup B, yang dilaksanakan di Guadalupe, Meksiko. Beban mereka tergolong ringan karena hanya perlu berhadapan dengan pemenang laga antara Bolivia melawan Suriname.

“FIFA dan AFC telah menerima kabar mengenai timnas kami. Karena penutupan koridor penerbangan, Graham Arnold belum dapat berangkat dari Uni Emirat Arab. Selain itu, ditutupnya berbagai kedutaan juga menyebabkan pemain dan staf kami kesulitan memperoleh visa ke Meksiko,” bunyi pernyataan resmi Asosiasi Sepak Bola Irak (IFA).

FIFA sendiri belum banyak berkomentar, dan juga belum memiliki alternatif jika Iran dan Irak tidak dapat hadir ke Piala Dunia 2026. Namun, mereka tetap mengikuti perkembangan situasi politik dan peperangan yang terjadi. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#amerika serikat #amerika #irak #donald trump #graham arnold #iran #playoff #konflik #piala dunia 2026 #piala dunia #peperangan #perang #meksiko