RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Durian merupakan salah satu buah yang dilarang untuk dibawa ke dalam transportasi umum di Singapura karena baunya yang menyengat. Namun durian runtuh merupakan hal yang diperoleh dan berhasil dimanfaatkan oleh wakil Singapura tersisa di AFC Champions League 2 (ACL2), Tampines Rovers dalam leg kedua mereka melawan Cong An Ha Noi (CAHN) FC pada Rabu malam (18/2).
Sebelumnya pada gelaran leg pertama minggu lalu (11/2), Cong An Ha Noi FC sukses menggergaji Tampines Rovers di kandang mereka, Stadion Hang Day Hanoi dengan kemenangan 4-0. Namun ketidaktelitian pelatih CAHN, Alexandre Polking berbuntut fatal bagi klub milik satuan kepolisian kota Hanoi tersebut.
Dalam keputusan komite disiplin (Komdis) AFC nomor VVC 20260217DC01 yang diterbitkan pada Selasa (17/2), Cong An Ha Noi dianggap melanggar peraturan ACL2 dengan menurunkan dua pemain yang seharusnya belum boleh turun kembali ke lapangan. Yakni Rogerio Alves dos Santos dan Stefan Ingo Mauk.
Sebelumnya sepanjang fase grup, Rogerio dan Stefan telah mengumpulkan tiga kartu kuning dalam kesempatan terpisah. Sehingga sesuai peraturan ACL2 Pasal 25 dan 56, seharusnya mereka menerima larangan bermain pada leg pertama. Rogerio sendiri juga turut mencetak satu gol dalam pertandingan tersebut.
Akibat pelanggaran tersebut, CAHN menerima hukuman fatal, yakni kemenangan mereka dibatalkan dan diganti dengan kemenangan walkout (WO) 3-0 untuk Tampines Rovers, plus denda USD 2.000. Selain itu mereka juga kehilangan setengah dari jatah hadiah partisipasi mereka, dari USD 80 ribu (kurang lebih Rp 1,35 miliar) menjadi USD 40 ribu (Rp 676 juta).
Dengan momentum pertandingan bergeser ke tangan mereka, Tampines Rovers langsung bermain dengan pede di kandang mereka, Stadion Jalan Besar pada Rabu malam. Striker mereka, Hide Higashikawa menjadi pahlawan dengan mencetak brace dalam pertandingan tersebut.
Selain itu, Trent Buhagiar juga menambah saldo gol Rovers untuk mengunci kemenangan 3-1. Sementara itu, gol balasan CAHN hanya dapat diciptakan oleh Alan Grafite dari hadiah penalti usai dirinya ditekel oleh Jacob Mahler di dalam kotak 11 meter.
Meskipun diuntungkan dari keputusan meja hijau, pelatih Rovers, Robert Eziakor tetap meminta agar anak-anak asuhnya tetap fokus. Terlebih selain di ACL2, mereka juga sempat digilas 6-1 oleh CAHN di ASEAN Club Championship.
“Saya bilang ke pemain saya (keputusan AFC) jangan dihiraukan, dan kami wajib bermain lebih baik dari sebelumnya. Selain itu bermain sebagai tuan rumah juga banyak menguntungkan kami,” ujar Robert dalam konferensi pers pasca pertandingan sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Kejadian ini merupakan kali kedua Komdis AFC menangani urusan pelanggaran registrasi pemain sepanjang era kompetisi ACL2. Uniknya dalam kasus pertama yang terjadi musim lalu, klub yang menerima kemenangan WO juga berasal dari Singapura, yakni Lion City Sailors, yang menerima kemenangan WO setelah Sanfrecce Hiroshima menurunkan Valere Germain yang masih terikat hukuman larangan bermain dari AFC.
Sementara itu, kasus ini juga menjadi kasus serius kedua yang ditangani oleh Komdis AFC dalam ACL2 musim ini. Sebelumnya di awal kompetisi, mereka mendiskualifikasi klub asal India, Mohun Bagan SG dari fase grup zona barat setelah mereka terang-terangan menolak bermain melawan Sepahan SC di Iran, dengan dalih keamanan pemain mereka.
Dengan kemenangan ini, Tampines Rovers bakal melawan salah satu antara Macarthur FC atau Bangkok United di babak perempat final mendatang. Menuju ke leg kedua yang digelar Kamis sore (19/2) di Stadion Campbelltown Sydney, Bangkok United memiliki keunggulan dua gol dari Macarthur FC. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana