Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Liga 4 Jateng: Komdis PSSI Jateng Akhirnya Hukum Kiper PSIR Rembang Seumur Hidup Akibat Tendang Pemain Persikaba Blora, Wasit Ikut Dihukum Setahun

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 22 Januari 2026 | 16:42 WIB
(Instagram Persikaba Blora)
(Instagram Persikaba Blora)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sehari setelah kejadian brutal di laga Liga 4 Jawa Tengah (Jateng) antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora pada Rabu (21/1), Asprov PSSI Jateng langsung memberikan tindakan tegas pada pihak-pihak yang terlibat pada Kamis siang (22/1). Tidak hanya satu, namun dua sosok yang harus menanggung akibat dari persitiwa tersebut.

Sebagai pengingat kembali, laga PSIR melawan Persikaba sempat diwarnai aksi brutal antara kiper PSIR, Raihan Aby Alfariq dengan pemain Persikaba, Rizal Dimas. Saat mencoba melancarkan serangan, Dimas tiba-tiba disambar oleh Raihan yang mencoba merebut bola.

Kaki Raihan mendarat di dada Rizal, menyebabkan gelandang Persikaba tersebut menderita luka-luka di bagian dada dan harus dilarikan ke rumah sakit. Yang mengehrankan, wasit pertandingan tersebut, Nur Yasin tidak memberikan peringatan kepada Raihan atas pelanggaran tersebut.

Sehingga pada Kamis siang, Komdis PSSI Jateng langsung menggelar sidang atas kejadian tersebut. Hasilnya, Raihan nampaknya harus berganti disiplin olahraga terhitung sejak hari ini.

 “Hasil sidang menyatakan secara bulat, tanpa dissenting opinion (opini yang mematahkan), kami menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup serta denda sebesar Rp 5 juta kepada yang bersangkutan," jelas Ketua Komdis PSSI Jateng Samuel Evan Haryono menjelaskan hukuman yang diterima Raihan pada awak media setempat.

Pandangan majelis hakim, tindakan Raihan dilakukan secara sengaja saat perebutan bola terjadi, sehingga Komdis tidak ragu untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup. "Hukuman tidak hanya di Jawa Tengah tetapi juga secara nasional," tambah Samuel.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

Shared post on

Televizia

Kemudian, untuk wasit Nur Yasin dan asisten wasit dua juga diberikan larangan bertugas selama setahun. Sementara asisten wasit satu dan wasit cadangan hanya diberi peringatan keras dari kejadian tersebut.

“Untuk wasit dan asisten wasit dua, kami merekomendasikan larangan bertugas selama satu tahun serta pembinaan. Sedangkan asisten wasit satu dan wasit cadangan diberikan peringatan serta pembinaan lebih lanjut,” papar Samuel.

Sementara itu, Raihan juga telah meminta maaf secara publik, namun mengaku bahwa tindakannya tidak sengaja. Pihak klub juga telah menerbitkan permohonan maaf di media sosial mereka.

"Saya dalam kesadaran penuh memohon maaf atas insiden yang menimpa Rizal Dimas Agesta. Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikit pun niatan untuk mencederai saudara kami," jelas Raihan melalui media sosial pribadinya pada Kamis (22/1), sebagaimana dikutip dari Jawa Pos Radar Solo.

Insiden kekerasan tersebut tidak memengaruhi hasil akhir pertandingan, yang berakhir tanpa gol untuk kedua kubu. Baik PSIR maupun Persikaba sama-sama lolos ke babak 16 besar Liga 4 Jateng. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#komdis pssi #psir rembang #PSSI Jateng #rembang #Liga 4 Jateng #Hukuman #persikaba blora #kiper #Asprov PSSI Jateng #Liga 4 Jawa Tengah #larangan bermain #blora #jateng