Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Alex Saputro, Pelatih Lisensi B Diploma Banyak Berkarir di Level Akar Rumput: Melatih Kedisiplinan dan Karakter Sopan Santun

M. Irvan Romadhon • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:00 WIB
SENIOR: Alex Saputro menjadi pelatih setelah pensiun dari pemain Persibo pada 2001.
SENIOR: Alex Saputro menjadi pelatih setelah pensiun dari pemain Persibo pada 2001.

 

Usai pensiun sebagai pemain sepak bola profesional, Alex Saputro langsung memantapkan karir sebagai pelatih. Selama 18 tahun menjadi pelatih, Alex banyak berkarir di level akar rumput untuk membina pemain usia dini di Bojonegoro.


IRVAN RAMADHON, Bojonegoro


KECINTAAN terdahap sepak bola membuat Alex Saputro terus menekuni dunia si kulit bundar tersebut. Tepatnya usai pensiun sebagai pemain sepak bola profesional di 2008, eks pemain Persibo pada 2001 itu langsung aktif sebagai pelatih.

Karir pelatih 47 tahun tersebut banyak dihabiskan di level grassroot (akar rumput). Sekolah sepak bola (SSB) Bojonegoro Putra menjadi pertama dilatih di Bojonegoro pada 2013. Sebelumnya ketika pensiun sebagai pemain sepak bola profesional Alex langsung melatih klub internal Persebaya yaitu Rosita FC.

‘’Saat ini melatih Gayam FC dan Bakat Muda Kedungadem (BMK),” ungkap pelatih tinggal di Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut.

Pertama melatih SSB di Bojonegoro, Alex sempat kaget dengan kondisi yang jauh berbeda dengan di Surabaya. Program latihan SSB di Kota Ledre kala itu masih belum tertata dengan baik. Berbanding terbalik dengan pengalaman melatih di Kota Pahlawan yang sudah tertata, baik program latihan hingga kompetisi usia dini.

Sebagai pelatih, Alex tidak hanya melatih cara bermain dan meningkatkan kemampuan atau skill olah bola pemain. Sebaliknya, melatih kedisiplinan dan membentuk karakter hingga sopan santun pemain ditekankan.

‘’Tidak hanya mengejar kemenangan dalam bertanding, kemenangan adalah bonus didapat ketika pemain berlatih keras,” ungkap pelatih asal Surabaya itu.

Bahkan Alex sangat menentang praktek pencurian umur pemain. Para pemainnya dilarang melakukan pencurian umur hanya untuk memenangankan pertandingan. Terlebih ketika pelatih eks Persegi Gianyar itu membolehkan praktek tersebut, sama dengan mengajarkan pemain untuk berbuat kejahatan.

Pelatih berlisensi B diploma tersebut sebenarnya ingin melatih tim sebenarnya profesional. Namun banyak hal yang dipertimbangkan sebelum melangkah ke level itu. Walau terdapat beberapa klub profesional memberikan tawaran.

‘’Pertimbangannya mulai dari kondisi manajemen hingga target klub tersebut dalam mengarungi kompetisi,” jelas pelatih pernah menukangi SSB Slawi United, Tegal itu.

Pengalaman sebagai pemain sepak bola profesional, membantu Alex dalam berkarir sebagai pelatih. Namun sadar hanya dengan modal pengalaman tak cukup, harus didukung dengan keilmuan atau pengetahuan kepelatihan.

‘’Sebagai pelatih tidak hanya mengandalkan pengalaman tapi harus ditambah dengan pengetahuan keilmuan. Terlebih keilmuan kepelatihan terus berkembang di sepak bola modern saat ini,” ujar eks pemain PPSM Magelang itu.

Walau sudah memiliki lisensi B diploma, Alex merasa pengetahuannya masih kurang dalam melatih. Terlebih keilmuan sepak bola terus berkembang. Juga banyak keilmuan dalam kepelatihan yang saat ini belum diketahui. Sehingga masih berambisi untuk meningkatkan lisensi menjadi A.

‘’Jika ada kesempatan ingin mengambil lisensi A,” terang eks Pelatih Bojonegoro FC (BFC) itu.

Terkait potensi pemain sepak bola Bojonegoro, menurut Alex potensi pemain putra daerah besar. Namun perlu ada tata kelola yang baik mulai dari kompetisi hingga klub lokal profesional yang siap menampung pemain putra daerah.

Terlebih ketika pemain hanya berlatih tanpa ada kompetisi yang begulir rutin akan jenuh dan sulit berkembang meski memiliki bakat. Selain itu, dengan kompetisi pelatih juga terus belajar.

‘’Melakukan evaluasi setiap usai bertanding,” terang pelatih identik dengan topi itu. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Bakat Muda Kedungadem #persibo #Pelatih #usia dini #Sepak Bola #rosita #ssb #Slawi United #akar rumput #BMK #bojonegoro fc #gayam #Persegi #skill #Alex Saputro