RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Duel akbar dan klasik antara Persib Bandung dengan Persija Jakarta pada Minggu (11/1) bakal salah satu duel kunci menjelang akhir putaran pertama BRI Super League 2025/2026. Selain pertaruhan harga diri seperti biasa, hasil pertandingan juga jadi penentu pimpinan klasemen sementara.
Pasalnya, Borneo FC dipastikan bakal tergusur setelah ditekel Persita Tangerang dengan skor 2-0 pada Jumat (9/10). Kemudian Malut United yang juga berpeluang merebut puncak klasemen malah kempos saat bertamu melawan Persebaya Surabaya pada Sabtu (10/1), terpaksa menelan kekalahan 2-1.
Dengan Persib dan Persija sama-sama mengoleksi 35 poin saat ini, siapapun yang memenangkan derby kali ini bakal menjadi pemuncak klasemen sementara. Sementara jika laga berakhir imbang, Borneo FC bisa menghela nafas lega karena berarti masih unggul dari kedua kubu dengan raihan 37 poin.
Baik Persib maupun Persija datang dengan keadaan agak pincang, namun tetap dapat menurunkan skuad utama. Saddil Ramdani dari kubu biru dan Fabio Canelogo dari kubu oranye sama-sama harus menepi akibat hukuman kartu merah.
Kemudian dari kandang Maung Bandung, Andrew Jung juga harus menepi untuk memulihkan diri dari cedera. Sementara dari loker Macan Kemayoran, Ryo Matsumura kembali harus menonton pertandingan dari rumah menyusul hukuman larangan bertanding empat kali dari Komite Disiplin PSSI, akibat mengejek wasit pada pertandingan sebelumnya.
Dalam pertandingan yang bakal diselenggarakan di Gelora Bandung Lautan Api tersebut, pelatih Persib, Bojan Hodak tidak memiliki kiat yang muluk-muluk. Sadar akan tekanan yang bakal dihadapi anak-anak asuhnya, pelatih asal Kroasia tersebut hanya meminta agar bermain dengan tenang.
"Pertandingan ini merupakan salah satu derby terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, saya tidak perlu memotivasi lagi pemain. Saya justu harus membuat mereka lebih tenang dan jangan terlalu emosional," ujar Hodak dalam konferensi pers pra-pertandingan pada Sabtu, sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Hodak menimbang-nimbang bahwa skuad asuhannya bakal perlu membangun tembok pertahanan dengan lebih rapat. Pun demikian, Hodak masih percaya akan keunggulan bermain di hadapan publik sendiri.
"Jika dilihat saat ini kami lebih baik di pertahanan. Namun mereka unggul lebih banyak gol di separuh musim ini," paparnya.
Sementara itu, menghadapi derby pertamanya, pelatih Persija Mauricio Souza mengaku antusias bertandang ke Bandung. Pelatih asal Brazil tersebut menganggap derby sebagai sarana uji kualitas antar pemain, dan dirinya yakin para penggawa Macan Kemayoran bisa bersanding dengan skuad bertabur bintang milik Persib.
“Tidak diragukan lagi, Persib adalah salah satu tim dengan investasi terbesar di liga. Mereka memiliki banyak pemain tim nasional dan merupakan tim yang sangat kuat. Namun saya sangat percaya dengan tim kami yang sangat solid,” paparnya mengutip dari laman resmi klub.
Di luar palangan hijau, Mauricio juga menyinggung para pengadil lapangan dan sistem video VAR. Tidak muluk-muluk, dirinya hanya meminta agar jangan berat sebelah.
“Saya ingin semua perangkat pertandingan, wasit dan VAR, dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Jika itu dapat terealisasi, maka pertandingan akan berjalan menarik,” tambah Mauricio. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana