RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – PSSI akhirnya resmi menunjuk pelatih asal Inggris, John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu siang (3/1). John resmi mengisi kursi yang ditinggalkan Patrick Kluivert di timnas senior, sekaligus Gerald Vanenburg di timnas U-23.
Jabatan baru ini menandai kali pertama Herdman melatih tim nasional sepak bola di benua Asia. Namun sepanjang karirnya, dirinya sudah kenyang pengalaman melatih di tingkat timnas di benua Oseania dan Amerika Utara, termasuk di kancah dunia.
Semasa muda, usai menjabat sebagai pelatih kelompok umur Sunderland, Herdman memutuskan hijrah ke Selandia Baru pada 2006. Dirinya menerima jabatan sebagai pelatih timnas putri dan kelompok umur negara tersebut.
Selama lima tahun bekerja di ujung selatan dunia, Herdman berhasil membawa Selandia Baru lolos ke Piala Dunia Putri 2007 dan 2011. Bahkan di tingkat U-20 dirinya dapat membawa Selandia Baru juara Piala Dunia U-20 Putri 2010.
Berkat prestasi tersebut, Canada Soccer selaku asosiasi sepak bola Kanada tertarik mendatangkan Herdman untuk melatih timnas putri mereka, yang terjerembap di fase grup Piala Dunia Putri 2011. Herdman setuju dan resmi hijrah ke Kanada jelang akhir tahun tersebut, menggantikan Carolina Morace.
Berbekal kemampuan Herdman sebagai motivator, dia langsung menstarter ulang mesin skuad putri Kanada dan meloloskan mereka ke Olimpiade London 2012. Dalam turnamen yang digelar di kampung halaman Herdman tersebut, skuad Canucks (julukan Kanada) putri tampil moncer dengan merebut medali perunggu.
Tiga tahun kemudian, pekerjaan Herdman sedikit diringankan di Piala Dunia Putri 2015, karena Kanada kebagian jatah sebagai tuan rumah sehingga lolos otomatis. Pun demikian, dirinya mampu membawa anak-anak asuhnya melaju hingga babak 16 besar sebelum kemudian dibawa berkemas-kemas pulang oleh timnas Inggris putri pada fase tersebut.
Setahun kemudian, Herdman berhasil membawa kembali timnas putri ke kancah Olimpiade, kali ini di Rio de Janeiro. Sama seperti saat di London, Herdman dan anak-anak asuhnya kembali membawa pulang medali perunggu untuk kontingen Kanada.
Karena prestasinya, Canada Soccer tertarik untuk mempertahankan Herdman agar tidak menyebrang ke negara lain. Akhirnya pada awal 2018, Herdman tidak hanya memperpanjang kontrak bersama timnas Kanada, namun juga naik kelas melatih timnas putra sekaligus menjadi direktur timnas. Tidak tanggung-tanggung, menurut laporan The Athletic, sedianya Herdman dikontrak hingga Piala Dunia 2026 mendatang.
Namun Herdman juga memiliki tugas yang cukup berat, yakni membangun timnas dari nol dan menyerupai kapal pecah. Pun demikian tidak butuh waktu lama bagi Herdman untuk menyegarkan dan menambal kamar ganti Canucks.
Hasilnya, tidak hanya dirinya membantu mengorbitkan talenta muda kala itu, termasuk Alphonso Davies dan Jonathan David, Herdman juga membuat timnas Kanada lompat galah di ranking FIFA. Dalam tiga tahun, Herdman membawa Kanada dari ranking ke-77 naik hingga ranking ke-40 FIFA pada 2021 silam.
Setahun kemudian, akhirnya Herdman memenuhi target utama pertama dari Canada Soccer, dengan membawa timnas Kanada ke Piala Dunia 2022 plus naik ke ranking ke-33 FIFA tahun tersebut. Keberhasilan ini juga mencatatkan sejarah bagi Herdman sebagai satu-satunya pelatih yang membawa timnas pria sekaligus wanita ke Piala Dunia.
Namun sayangnya, momentum Herdman menurun sejak berada di Qatar, ketika anak-anak asuhnya tersingkir di fase grup tanpa memetik satu poin pun. Meskipun dapat memimpin Alphonso Davies dkk. ke babak final CONCACAF Nations League dan CONCACAF Gold Cup setahun kemudian, Herdman ditaklukkan oleh Amerika Serikat pada dua ajang tersebut.
Usai kekalahan di CONCACAF Gold Cup, akhirnya Herdman memutuskan untuk undur diri. Namun dirinya masih berada di Kanada, berhubung dirinya menerima tawaran Toronto FC untuk melatih klub peserta MLS (Liga Amerika Serikat) tersebut.
Sayangnya Herdman hanya bertahan semusim di Toronto FC, dan memituskan untuk undur diri lagi di akhir tahun 2024. Kemudian di awal 2025, Herdman sempat terseret skandal yang menimpa timnas putri Kanada yang banyak berkaitan dengan masa lalunya.
Pada Olimpiade Paris 2024 lalu, staf pelatih timnas putri Kanada kala itu, Bev Priestman, ketahuan memata-matai kegiatan latihan timnas putri Selandia Baru menggunakan drone. Tidak hanya Priestman dilaporkan ke komite Olimpiade internasional (IOC) atas kejadian tersebut, Priestman dkk. juga hampir berurusan dengan kepolisian Perancis karena menerbangkan drone di tempat umum tanpa izin.
Usai dipulangkan ke Kanada, hasil pemeriksaan Priestman dan stafnya menunjukkan indikasi bahwa operasi mata-mata menggunakan drone tersebut sudah berjalan sejak John Herdman masih menjabat sebagai pelatih timnas Kanada putri. Namun karena kurangnya bukti dan Herdman sudah tidak terikat kontrak dengan timnas lagi, pada Maret 2025 Canada Soccer hanya memberikan teguran keras untuk Herdman.
“Kasusnya sudah selesai. Saya sudah memeberikan keterangan sejujur-jujurnya kepada Canada Soccer, tapi ya hasilnya begitu. Bahkan tidak sampai dapat peringatan, hanya teguran keras semata,” ujar Herdman mengomentari kasus tersebut dalam wawancara bersama TSN Juli silam.
Pun demikian, penggemar sepak bola dan analis sepak bola Kanada dan Amerika Serikat masih mengelu-elukan John Herdman sebagai sosok yang tidak hanya mengantar Kanada ke Piala Dunia, namun juga membuat sepak bola lebih terkenal di Kanada.
Bersama timnas putra Kanada, Herdman berhasil memenangkan 37 dari 62 pertandingan yang dipimpinnya. Sementara bersama timnas putri Kanada, Herdman memenangkan 62 dari 109 pertandingan. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana