RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Timnas Malaysia menanggung banyak kerugian di tingkat internasional akibat kasus naturalisasi pemain yang menimpa mereka pada September lalu. Meskipun demikian, posisi mereka di ranking FIFA masih berada di depan Timnas Indonesia.
Sebagai pengingat kembali, Septermber lalu FA Malaysia (FAM) selaku asosiasi sepak bola setempat menerima hukuman denda sebesar CHF 350 ribu atau Rp 5,7 miliar akibat ketahuan memalsukan data tempat lahir untuk tujuh pemain naturalisasi mereka. Selain itu, tujuh pemain tersebut dihukum dilarang bermain sepak bola selama 12 bulan terhitung sejak September.
FAM sendiri berkilah bahwa tim administrasi mereka salah memasukkan data saat mendaftarkan para pemain tersebut untuk proses naturalisasi. Namun investigasi FIFA pada Oktober mengungkapkan bahwa mereka sengaja memalsukan data yang ada, sehingga hukuman tetap diberlakukan.
Akibatnya pada pertengahan Desember (12/12), Timnas Malaysia dijatuhi hukuman pembatalan hasil pertandingan oleh Komite Disiplin (Komdis) FIFA karena memainkan beberapa dari pemain naturalisasi tersebut dalam pertandingan persahabatan. Yakni saat melawan Tanjung Verde pada Mei 2025 sebelum hukuman dijatuhkan, serta pada awal September saat melawan Singapura dan Palestina.
Akibatnya, pertandingan melawan Tanjung Verde yang sedianya berakhir 1-1 berubah menjadi kekalahan 0-3 untuk Malaysia. Kemenangan mereka melawan Singapura (2-1) dan Palestina (1-0) juga dianggap sebagai kekalahan walk-out (WO) dengan skor akhir 0-3.
Bahkan menurut Scoop, sanksi lebih besar dapat menanti Timnas Malaysia akibat kasus serupa. Diketahui, para pemain naturalisasi yang dihukum juga turut serta dalam kualifikasi Piala Asia 2027, yakni saat menang 2-0 dari Nepal pada Maret, dan menang 4-0 atas Vietnam pada bulan Juni.
Pelaksana Tugas (Plt) Presiden FAM, Datuk Yusoff Mahadi mengaku hanya bisa berpasrah diri atas hukuman terhadap Timnas Malaysia tersebut. Namun dirinya masih memantau proses banding untuk para pemain naturalisasi yang terjerat dari kasus tersebut.
“Kami hanya bisa menerima hasil tersebut, yang juga mengakibatkan turunnya ranking Timnas Malaysia di ranking FIFA. Yang jelas kami masih memantau proses banding kami di CAS,” jelasnya pada Selasa (23/12) sebagaimana dikutip dari Scoop.
Sesuai perkataan Datuk Yusoff, Timnas Malaysia jatuh lima posisi pada ranking FIFA bulan Desember akibat hukuman tersebut. Sementara itu, Singapura, Palestina dan Tanjung Verde mendapat kenaikan ranking berkat kemenangan cuma-cuma yang kini mereka peroleh.
Meskipun demikian, Timnas Malaysia masih berada tepat di depan Timnas Indonesia di ranking FIFA. Tepatnya, Malaysia berada di urutan ke-121, sementara Indonesia berada di urutan ke-122. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana