Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dampak Penurunan Anggaran Hibah KONI Bojonegoro, Nominal Insentif Atlet Peraih Medali Porprov Ikut Turun

M. Irvan Romadhon • Senin, 22 Desember 2025 | 14:45 WIB
ATLET POTENSI: KONI hanya memberangkatkan atlet potensi medali mengacu prestasi pada porprov edisi sebelumnya. (IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
ATLET POTENSI: KONI hanya memberangkatkan atlet potensi medali mengacu prestasi pada porprov edisi sebelumnya. (IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penurunan anggaran hibah KONI Bojonegoro dari 10 miliar (M) tahun ini menjadi 1,5 M tahun depan turut berdampak pada nominal insentif atlet peraih medali Porprov 2025.

Jika tahun ini peraih medali emas porprov mendapatkan insentif mencapai Rp 1,5 juta per bulan per atlet, tahun depan hanya mendapatkan Rp 900 ribu per bulan per atlet. Sementara, atlet peraih medali perak dari Rp 1 juta per bulan turun menjadi Rp 700 ribu per bulan di tahun depan.

Sedangkan, peraih medali perunggu dari Rp 750 ribu menjadi Rp 500 ribu per bulan. Insentif tersebut diberikan agar atlet tetap bisa berprestasi di edisi porprov berikutnya. Selain itu, menjaga atlet itu agar tak dibajak oleh kota/kabupaten lain. Terlebih bonus dan insentif dari kota/kabupaten lain bisa lebih besar.

Wakil Ketua KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan mengatakan, anggaran yang minim tahun depan hanya bisa digunakan untuk memberi insentif bagi atlet peraih medali porprov 2025. Dari anggaran hibah 1,5 M, sebanyak 70 persen digunakan untuk insentif atlet.

‘’Namun, nominal untuk intentif tersebut turun, menyesuaikan penurunan anggaran hibah KONI tahun depan,” ungkapnya. Menurut Tonny, insentif tiap bulan untuk atlet tersebut diberikan agar tidak dibajak oleh kota/kabupaten lain.

Terlebih bonus dan insentif dari kota/kabupaten lain bisa lebih tinggi dari Bojonegoro. Sehingga, menjadi daya tarik bagi atlet Kota Ledre untuk memprkuat kota/kabupaten lain. Selain itu, insentif diberikan agar atlet peraih medali porprov bisa memenuhi kebutuhan, baik asupan maupun perlengkapan untuk berlatih.

Sehingga, di edisi porprov berikutnya tatap berprestasi. Tonny menjelaskan, di tahun depan KONI hanya membantu pemerintah kabupaten (pemkab) dalam hal ini dinas kepemudaan dan olahraga (dinpora) dalam pembinaan atlet.

Tentu melalui rekomendasi-rekomendasi dalam penentuan kebijakan. ‘’Ini bukan menjadi halangan, rekomendasi kami bisa digunakan untuk mencapai prestasi,” ujarnya.

Pihaknya mengajak para pengurus cabang olahraga (cabor) tetap bersungguh-sungguh dalam membina atlet. Sehingga, bisa mencapai target pada Porprov 2027 mendatang. (irv/bgs) 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#peraih medali #Hibah #medali emas #porprov #insentif #medali #Anggaran #olahraga #koni #koni bojonegoro #nominal #bojonegoro #pembinaan atlet #tonny ade irawan