Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ketahuan Berbuat Curang dan Tidak Pantas, Atlet Esports Thailand Didiskualifikasi dari SEA Games 2025

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 17 Desember 2025 | 03:06 WIB
Warasin
Warasin

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sudah jatuh, tertimpa tangga. Ungkapan ini mungkin tepat disematkan untuk para atlet esports Thailand di nomor video game Arena of Valor (AoV) dalam kiprah mereka di SEA Games 2025, yang tidak hanya kehilangan medali, namun juga terpaksa undur diri.

Pasalnya pada Selasa (15/15), panitia cabor tersebut berhasil mengungkap kecurangan yang dilakukan pihak tuan rumah jelang babak semifinal nomor AoV putri antara timnas Thailand melawan timnas Filipina. Menurut laporan Bangkok Post dan surat resmi dari panitia SEA Games, salah satu anggota tim Thailand, Warasin Naphat diduga melakukan kecurangan sekaligus perbuatan tidak pantas pada pertandingan tersebut.

Dalam siaran langsung babak final tersebut, Warasin ketahuan mengacungkan jari tengah ke arah kamera saat perkenalan finalis. Usai babak final, ternyata terungkap bahwa gamer yang lebih dikenal sebagai Tokyogurl tersebut mencoba mengakses peranti perangkat lunak (software) pembantu untuk mendukung performanya di babak pertama semifinal yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Vietnam tersebut.

“Warasin melanggar peraturan Juknis Esports SEA Games pasal 9.4.3 tentang penggunaan peranti bantu yang tidak sah saat babak pertama. Setelah pemeriksaan lebih lanjut membenarkan temuan tersebut, panitia memutuskan memberikan hukuman individu berupa diskualifikasi dari keseluruhan turnamen,” bunyi keputusan dari Komite Teknis Esports SEA Games 2025.

Meskipun hukuman hanya diberikan kepada Tokyogurl saja secara teknis, Thailand melalui Asosiasi Esports Thailand (TESF) memutuskan undur diri dari nomor tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban. Selain itu, Badan Olahraga Thailand (SAT) juga memberikan hukuman larangan membela timnas hingga waktu yang belum ditentukan, plus pembekuan tunjangan atlet untuk Tokyogurl selama 10 bulan.

Pun demikian, kedua band tersebut tidak menanggapi tuduhan penggunaan joki atau jasa orang ketiga yang juga menimpa Tokyogurl pada tahap seleksi pemain timnas, yang diduga berkaitan dengan peranti pembantu yang dipakai.

"Kami menghormati setiap aturan, menghormati persahabatan dan semangat olahraga. Apa yang terjadi adalah masalah serius dan di luar kendali, tetapi sebagai negara tuan rumah, kami tidak dapat membiarkan persaingan berlanjut dalam keadaan ini," ujar Presiden TESF, Santi Lohthong dalam keterangan resmi asosiasi tersebut.

Tidak hanya resmi dikeluarkan dari Timnas Thailand, Warasin juga resmi dikeluarkan dari tim yang dibelanya di tingkat klub, Talon TH. Anak perusahaan dari tim esports asal Hong Kong,Talon Esports tersebut juga mengeluarkan Tokyogurl pada Rabu (16/12).

Meskipun tindak kecurangan bukan merupakan hal baru di dunia esports, kecurangan dengan peranti pihak ketiga baru kali ini terjadi di tingkat Olimpiade atau serupa. Sehingga pengembang dan penerbit AoV, Garena, juga ikut memberikan larangan berkompetisi di seluruh ajang esports mereka untuk Tokyogurl. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Talon Esports #arena of valor #SEA Games 2025 #aov #medali #olahraga #esports #video game #sea games #software #vietnam #thailand #kecurangan #timnas thailand #garena